-->
SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA KEPALA DINAS PUPR BARTIM | YUMAIL J PALADUK, ST.,MAP | OLEH BUPATI BARITO TIMUR AMPERA AY MEBAS, SE.,MM

Sunday, 28 October 2018

Suap Rp240 Juta, Bukan Pemberian Yang Pertama

BARITORAYAPOST.COM (Jakarta)Laporan Khusus BRP dari Gedung KPK (2). BERITA penangkapan langsung atau yang biasa disebut operasi tangkap tangan (OTT) pimpinan dan anggota DPRD Kalteng terus bergulir. Dan para petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengendus para pelaku rasuah itu.

Para penerima suappun bertambah. Bukan hanya empat orang yang terdiri atas Ketua, Sekretaris dan anggota saja. Tetapi  masih banyak lagi. Jum’at malam pernyidik KPK terus bergerak. Hingga akhirnya, Sabtu pagi (27/10/2018) jumlahnya cukup mengejutkan.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengadakan konferensi pers. Jumlah anggota DPRD Kalteng yang ditangkap dalam rangkaian OTT ini ada 8 orang. Sedangkan dari pihak penyuap, yakni dari  Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) dan PT BAP ada 6 orang. Sehingga total jumlah yang ditangkap ada 14 orang!

"Saat ini pemeriksaan masih berjalan untuk 8 anggota DPRD Kalteng, 1 sekretaris Komisi B DPRD Kalteng, dan 5 pihak swasta dari PT SMART, Tbk dan PT BAP," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (27/10/2018).

Siapa saja mereka? Kala itu Febri belum menjelaskan secara detail identitas para pihak yang diamankan tersebut. Dia hanya mengatakan dari ke-14 orang itu, ada 1 yang tidak diamankan saat OTT melainkan menyerahkan diri ke KPK.

"Tiga belas diamankan dan satu menyerahkan diri tadi malam ke KPK," ujar Febri.

Kini ke-14 orang itu masih berstatus saksi dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di KPK. KPK sendiri punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status mereka.

Sebagai barang bukti telah diamankan pula uang Rp240 juta. Febri Diansyah menyatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah itu bukan keseluruhannya. Dan, pemberian itu bukanlah pemberian yang pertama. Uang itu diduga berkaitan dengan pembuangan limbah sawit ke Danau Sembuluh.

"Kami menduga ada kaitan suap tersebut dengan peristiwa pembuangan limbah sawit ke Danau Sembuluh," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Sebagaimana diketahui, Danau Sembuluh merupakan sebuah danau yang berlokasi di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Dan sudah menjadi lazim, danau atau sungai, merupakan tempat pembuangan limbah pabrik kelapa sawit milik perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, berita tercemarnya Danau Sembuluh di Seruyan bukan berita baru. Berbagai protes warga, sudah sering mengemuka di media. Mulai dari keluhan warga yang gatal-gatal karena mandi di dalam danau, ikan yang pada mati dan tak layak konsumsi, bahkan air yang beraroma tidak sedap.

Mengapa hal begini bisa berlangsung bertahun-tahun? Febri Diansyah telah menunjukkan indikasinya. “ Uang suap kali ini bukanlah yang pertama,” katanya. Dan itu artinya sudah sekian tahun lamanya. Keluhan warga itu sudah muncul pada tahun 2014. Dan kali ini, saat ini, merupakan kesempatan bagi KPK membongkar seluruh rantai rasuah. Dan sangat mungkin suap itu bukan hanya untuk DPRD (legislatif) tetapi juga eksekutif. (tim/BRP). 

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top