-->
SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA KEPALA DINAS PUPR BARTIM | YUMAIL J PALADUK, ST.,MAP | OLEH BUPATI BARITO TIMUR AMPERA AY MEBAS, SE.,MM

Sunday, 28 October 2018

Dicokok KPK, Komisi B DPRD Kalteng Berduka!

BARITORAYAPOST.COM (Jakarta) - Laporan Khusus dari Gedung KPK Jakarta  (1). SUNGGUH suatu kebetulan. Pada Jumat (26/10/2018) tim wartawan baritorayapost.com sedanng berada di Jakarta. Tim ini sedang bertugas melakukan investigasi masalah pertambangan yang kini menimbulkan keresahan warga empat desa di daerah Kalimantan Tengah. Sudah pasti, keresahan warga ini merupakan akibat dari kebijakan pemerintah yang merugikan warga. Sebaliknya, kebijakan itu menguntungkan perusahaan. Kenapa bisa menguntungkan perusahaan? Karena pemimpin daerah tidak mencintai rakyatnya. Tidak sungguh-sungguh membangun daerahnya. Pemimpin daerah lebih mencintai perusahaan yang setia memberi fulus yang fantastis jumlahnya.

Eh, pas tim investigas BRP mau istiahat siang, tiba-tiba muncul kehebohan. Ada berita KPK menangkap pimpinan dan anggota DPRD Kalteng dalam sebuah opersi tangkap tangnan (OTT).

Suasana pusat perbelanjaan yang berada di Jalah MH Thamrin Jakarta Pusat Jumat (26/10/2018) siang itu tidak seramai biasanya. Benar, sebagian besar pengunjung sudah bersiap santapsiang di foodcourt yang berada di lantai dasar mall itu. Sebagian yang lain, sedang menjalankan ibadah sholat Jum’at. Singkat cerita, suasana food court itu tidak terlalu ramai.

Sekitar pukul 11:45 WIB, tiba-tiba, datanglah para petugas yang menghapiri tiga orang yang sedang duduk santai. Tiga orang itu tampak terperangah. TapI tidak berdaya. Karena petugas yang datang  itu langsung aja meringkus mereka. Lengkap dengan sebuah tas kresek warna hitam. Belakangan diketahui tas kresek hitam itu berisi uang Rp 240 juta.

Siapakah petugas yang datang itu? Dan siapa tiga orang yang  diringkus itu?

Rupanya, para petugas itu adalah para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan yang diringkus, adalah  orang-orang penerima suap. Dan uang Rp240 juta itu  adalah barang bukti penyuapan. Tiga orang yang diringkus itu bernama TA (Tira Anastasya, Bagian Keuangan PT Binasawit Abadi Pratama) dengan ER (Edy Rosada, anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalteng) dan A (Arisavanah, anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalteng).


Sekitar satu jam kemudian, para tugas KPK bergerak menuju sebuah gedung perkantoran yang berada tidak  jauh dari pusat perbelanjaan itu dan mengamankan 4 pejabat Sinar Mas Group, yaitu ESS (Edy Sapurta Suradja, Direktur PT BAP atau Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology), FER (Feredy, Direktur PT BAP), WAA (Willy Agung Adipradhana, CEO PT BAP), dan JDD (Jo Daud Dharsono, Direktur Utama PT SMART) yang saat itu berada di ruang kerja masing-masing.

Setelah itu, giliran berikutnya petugas KPK menjemput  para anggota DPRD Kalteng yang berinisial  BM alias Borak Milton. Dia ini. kita tahu, adalah Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalteng. Saat itu Borak Milton sedang berada di sebuah hotel di daerah Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Tak berhenti di situ.Rupanya Ketua dan anggota Komisi B DPRD Kalteng hari itu memang  berjamaah berada di Jakarta. Sekitar pukul 19:00 WIB.

Tim KPK mengamankan PUN alias Punding LH Bangkan, Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Kalteng. Ia bersama 4 orang rekannya. Mereka adalah anggota DPRD Kalteng lainnya di kawasan  Karet, Jakarta Pusat. Mereka diboyong ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.


Jadi dalam sehari, KPK menangkap dan menetapkan sebagai tersangka sebanyak 7 orang. Ini memang benar-benar Hari Jumat kelabu. Mereka adalah: Borak Milton (Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalteng), Punding LH Bangkan (Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Kalteng), Arisavanah (anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalteng), Edy Rosada (anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalteng).

Sedangkan dari pihak Sinar Mas Group yang langsung ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap adalah:  Edy Sapurta Suradja (Direktur PT BAP atau Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resoirces and Technology/SMART)  Willy Agung Adipradhana, CEO PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), dan Teguh Dudy Syamsury Zaldy, Manager Legal PT BAP .

Sedangkan Daud Dharsono, Direktur Utama PT SMART masih dalam pengembangan, belum ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua, Sekretaris dan anggota Komisi B DPRD apes dicokok KPK di saat ‘menjemput’ uang suap ke Jakarta. Sungguh Ini membuat institusi dan rakyat Kalteng malu. Sedih dan duka!  (tim BRP/*)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top