Banner

Sunday, April 28, 2019

Pemimpin Visioner Teruji dan Terbukti Membangun Barito Utara

BARITORAYAPOST.COM (Muara Teweh) - Bertepatan dengan Hari Pers Nasional atau HPN untuk tahun 2019 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diselenggarakan di Kabupaten Barito Utara (Barut) puncak peringatan HPN tanggal 29 April 2019 di Balai Antang Muara Teweh.

Pemimpin Visioner Teruji dan Terbukti Membangun Barito Utara H. Nadalsyah, yang juga sebagai Penasihat HPN Tinggkat Provinsi Kalteng di Barito Utara Tahun 2019, sebagai bentuk memperkuat landasan ideal HPN merupakan sinergi. Sinergi antar komponen pers, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan dengan seimbang.

Berkat tekad dan semangatnya yang tak kenal menyerah, seorang mantan penambal ban yang putus sekolah berhasil menjadi bupati dengan segudang prestasi gemilang sudah teruji dan terbukti.

Menyimak dari makna Perayaan Hari Jadi ke-68 Kabupaten Barito Utara Tahun 2018 merupakan kesempatan untuk mengungkapkan rasa syukur ke hadirat Tuhan atas karunianya sehingga Kabupaten Barito Utara mampu mencatat berbagai prestasi gemilang. Di bawah kepemimpinan Bupati  H. Nadalsyah, antara lain, Kabupaten Barito Utara mampu mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Kalteng atas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017. “Empat tahun berturut-turut,” kata H. Koyem, panggilan akrab Nadalsyah.
Tahun ini, Kabupaten Barito Utara juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas prestasi kinerja tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Pada 2017, Bupati Barito Utara juga menerima PIN Emas dari Ketua Pengurus Pusat KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) atas Prestasi Meraih Swasembada Pangan.

Lantas, pada tahun yang sama, Kabupaten Barito Utara juga memperoleh penghargaan Pramesti dari Direktur Jendral dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dan penghargaan dari BPJS Kesehatan karena telah menjamin rakyatnya sehat dan sejahtera melalui integrasi Jamkesda dalam Program JKN-KIS. Banyaknya ragam penghargaan itu membuktikan bahwa Kabupaten Barito Utara memang setapak demi setapak terus mencatat kemajuan.

Hebatnya, tak banyak yang menyangka bahwa kemajuan di berbagai bidang itu diraih berkat kepemimpinan seorang mantan tukang tambal ban. Ya, Nadalsyah alias Haji Koyem memang dulunya hanyalah seorang pemuda desa yang hidup dalam perekonomian keluarganya yang sangat terbatas.
Tetapi Haji Koyem membuktikan kepada kita tentang kebenaran janji Allah SWT. Dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa, “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Berkat usahanya yang keras dan ijin Allah SWT, seorang mantan tukang tambal  dan tiba-tiba mampu menjadi seorang bupati yang sukses.
Hidup adalah suatu perjuangan yang harus kita menangkan untuk mencapai kesuksesan dan kesuksesan adalah suatu anugerah yang harus kita syukuri. (H.Koyem).
H. Nadalsyah lahir pada 12 Maret 1965 di Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. Orangtuanya adalah pasangan H. Anton Idris dan Hj. Siti Rokaiyah yang sama sekali bukan orang kaya. Saat Nadalsyah masih kecil, H. Anton hanyalah seorang perantauan. Sementara sang ibu hanya mengurus rumah tangga. Tetapi, kehidupan yang sulit itu tak mematahkan semangat Koyem kecil.
Semangat untuk memperbaiki nasib terus menyala di dalam dadanya. Koyem menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah dasar di desa kelahirannya, Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara. Dia lalu “merantau ke kota” untuk melanjutkan pendidikan jenjang SMP di Muara Teweh, yang sekarang menjadi ibukota Kabupaten Barito Utara. Koyem menumpang di rumah pamannya dalam suatu kehidupan yang juga sangat terbatas.

Akibatnya, Koyem harus pintar mencari akal. Agar pendidikannya tetap berjalan, dia bekerja sambilan sebagai tukang tambal ban di di bengkel “Mini Motor” milik pamannya. Jenjang pendidikan SMP pun mampu dilalui secara mulus. Koyem lantas diterima masuk di SMA Negeri 1 Muara Teweh. Pada babak ini, drama berganti arah. Koyem dihadapkan pada pilihan sulit.

Kondisi perekonomiannya memaksa dia berhenti sekolah saat berada di kelas 2 SMA. Koyem pun kemudian bekerja menjadi motoris speed boat penumpang jurusan Muara Teweh-Murung Raya dan ABK kapal penarik rakit/batang. Saat bekerja, kariernya juga lumayan bagus. Beberapa
tahun bekerja, dia sudah dipercaya untuk mengoperasikan rakit dari Sungai Teweh menuju Sungai Barito, bahkan hingga ke Banjarmasin. Dari perjuangan dan keuletannya, Koyem pun ditunjuk menjadi general manager di perusahaan tempat dia bekerja PT. Austral Byna.
Meski sukses menangani operasional perusahaan tempat dia bekerja, Koyem ternyata masih menyimpan mimpi untuk punya ijazah SMA. Maka, pada 2011, dia pun mengikuti program Kejar Paket C di daerah Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Setelah ikut ujian Kejar Paket C pada 2012, Koyem pun memiliki ijazah setara SMA.

Koyem mendapat dorongan dan dukungan dari masyarakat Barito Utara untuk mengikuti kompetisi pemilihan Bupati Barito Utara periode 2013-2018. Hal ini sesuai dengan cita-cita H. Koyem, yakni ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar dan mendarmabaktikan dirinya bagi pembangunan tanah kelahirannya. Dia pun mendaftarkan diri dan terpilih menjadi bupati pada 2013. Bahkan, pada Pilkada Serentak belum lama ini, Koyem alias Nadalsyah kembali terpilih untuk masa jabatan yang kedua. Kesuksesan ini juga tak lain karena dorongan dari sang isteri tercinta, Hj. Sri Hidayati Nadalsyah dan kedua putra tercinta Lenny Dewita Putri dan Akhmad Gunadi. (Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top