Banner

Friday, June 14, 2019

Bupati Bartim Secara Resmi Buka Festival Nariuk Di Desa Pulau Patai

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - Antusias masyarakat mengikuti kegiatan Festival Nariuk yang dalam arti (menombak ikan di sungai). Kegiatan yang berlangsung di Desa Pulau Patai Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah Jumat 14 Juni 2019.

Kegiatan yang berlangsung diikuti ratusan masyarakat Bartim yang dengan antusias melestarikan budaya khususnya adat Dayak Maanyan kabupaten Barito Timur khususnya Kalimantan Tengah pada umumnya.

Bupati Barito Timur Ampera A Y Mebas, MM bersama jajaran forkopimda membuka secara resmi festival Nariuk di Desa Pulau Patai, yang dalam tujuannya kegiatan tersebut adalah sebagai pelestarian budaya para nelayan.

Namun kegiatan tersebut tidak menjadi hal yang berpatokan kepada budaya yang dimiliki Kalteng pada umumnya, seperti yang di laksanakan pada hari ini kegiatan tersebut banyak diikuti masyarakat dari berbagai suku yang berada di Kabupaten Barito Timur.


Hal tersebut menjadi sebuah daya tarik bagi para pengunjung masyarakat dari luar daerah lainnya, yang beramai-ramai melihat kegiatan perlombaan tersebut.

Bupati Barito Timur mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk pelestarian budaya yang dimiliki kabupaten Barito Timur.

Menurutnya kegiatan tersebut perlu dilestarikan dan akan dilaksanakan tiap tahunnya, sebagai bentuk pelestarian dari budaya itu sendiri.


"Kita akan buat menjadi festival tahunan dan agar desa membuat aturan lobok (tempat yang dalam dari area sungai sekitar), dan melestarikan sungai agar terhindar dari pencemaran yang berdampak buruk pada ikan tersebut", ucap Ampera kepada Barito Raya Post melalui via Whatsaap.


Ampera juga menegaskan bahwa pelestarian harus tetap terjaga dari perkembangbiakannya, serta melarang keras bagi para nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang dapat merusak habitat perkembangbiakan ikan di area sungai tersebut.


"Dengan melestarikan budaya ini, kita perlu menjaga pelestariannya. Tidak boleh penangkapan tidak pakai Nariuk, hal ini perlu di lakukan agar ikan tersebut terjaga", pungkasnya.


Perlombaan Festival Nariuk tersebut ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata, pemenang pelombaan yakni: juara 1 terberat sebanyak 24 kg Bapak Mimbarnu dari Desa Simpang Bangkuang. Juara 1 terbanyak total seberat 11 kg dari Desa Warukin, juara 2 terbanyak sekaligus paling tercepat total 10 kg dapat dari Desa Mabidek, sedangkan juara 3 terbanyak dari Tamiang Layang sebanyak 4 ekor ikan. (Ycp/Adi/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top