Banner

Wednesday, June 12, 2019

Hendak Ke Jakarta, Delapan Terduga Teroris Kelompok JAD Diringkus Di Tewah

BARITORAYAPOST.COM (Kuala Kurun) - Setelah melakukan penangkapan 15 terduga teroris di Palangka Raya, Densus 88 Anti Teror, Satbrimob Polda Kalteng dan aparat kepolisian gabungan Polres Gunung Mas (Gumas), Polda Kalteng berhasil meringkus 13 terduga teroris Kelompok Uzla pimpinan Abu Hamzah jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Hotel Purnama Kec. Tewah, Gumas, Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 21:00 WIB.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Anang Revandoko melalui Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan, 13 terduga teroris, yang terdiri dari enam laki-laki dewasa, dua perempuan dewasa dan lima anak-anak ini, merupakan kelompok Irvan Gunadi alias Pak Sis yang berencana hendak berangkat ke Jakarta. Mereka berangkat dari Desa Tumbang Tue, Gumas dengan menggunakan 1 unit mobil ford ranger sewaan.

Baca juga: Densus 88 Dan Polda Kalteng Amankan Tiga Puluh Tiga Terduga Teroris Kurang Dari Dua Puluh Empat Jam

"Rombongan terduga teroris ini, sampai di Tewah sekitar pukul 19.00 WIB, kemudian mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Palangka Raya dengan menggunakan travel," tambahnya.


Berhubung travel sudah tutup, jaringan terduga teroris yang berbaiat kepada Abu Bakar Al Bagdadi pimpinan ISIS Syiria ini, akhirnya menginap di Hotel Purnama Desa Tewah, Kec. Tewah.

Baca juga: Ngeri..!!! Terduga Teroris Di Kalteng, Ternyata Perakit Bom Aceh

"Identitas 13 terduga teroris yang diamanakan ini adalah enam laki-laki dewasa yaitu Ivan Gunadi alias Pak Sis, Difa Adinullah, Roy Kambuan, Sugeng Widiono Sumende, Andi Samsul Rizal dan Halizariadi," beber Hendra.

Baca juga: Selain Alat Pembuat Bom, Polisi Sita Buku Ensiklopedia Dari Terduga Teroris di Kalteng

Dan yang terakhir, lanjutnya, dua perempuan dewasa, yaitu Sari Purbaningsih dan Ummu Tintin serta lima anak-anak.(Humaspol/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top