Ada Apa Dengan PT Rimau Group..? Gaji Dicicil, Surat Kendaraan Yang Lunas Angsurannya Tak Diberikan

Foto trak tronton yang terpaksa dibuka ban untuk dipindah ke unit milik yang lain.

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) – Keluhan Subcont yang bekerja pada PT Rimau Group mulai mereka utarakan salah satunya melewati jejaring sosial seperti facebook.

Kekecewaan salah satu subcont tersebut bukan tanpa dasar, pasalnya dari tanggal 15 Agustus sampai dengan 11 Oktober 2019 apa yang menjadi hak mereka belum sepenuhnya dibayar oleh PT Rimau Group.

Bacaan Lainnya

Salah satu Subcont armada angkutan batubara, Adi Darmi saat dikonfimasi dikediamannya pada; Jumat (11/10/2019) mengatakan, bahwa hak nya sebagai salah satu subcont PT Rimau Group sampai saat ini terkatung-katung tanpa kejelasan, sementara dalam perjanjiannya para subcont akan dibayar dalam 14 (empat belas) hari kerja setelah invoice diserahkan ke pihak perusahaan.

“Memang ada mereka bayar dengan cara mencicil pada awal-awal penutupan jalan oleh PT Patra Jasa dan pembayaran tersebut adalah pembayaran angkutan awal bulan Agustus 2019 sementara untuk bulan September 2019 dan Oktober 2019 belum ada kejelasannya, hal tersebut tentunya membebani kita karena para sopir yang bekerja membawa armada kita juga butuh gaji dan bila pembayarannya dicicil bagaimana kita bisa bayar sopir”keluhnya. Jumat (11/9/2019).



Foto Adi Darmi dengan latar tronton miliknya. 

Adi Darmi juga menceritakan bila mereka mempunyai 6 (enam ) buah Unit Tronton dan dari keenam unit tronton tersebut ada 3(tiga) unit yang break down dan masih dalam perbaikan dan untuk 3 (tiga) unit yang lainnya itu tetap bisa beroperasi normal.

Lebih lanjut dikatakan dari keenamnit tronton tersebut ada satu unit yang sudah lunas pembayarannya pun demikian kita tetap saja kita minus mencapai ratusan juta rupiah hal tersebut dikarenakan unit yang seringkali rusak akibat badan jalan yang bergelombang bak punggung onta, dan bila ada kerusakan seperti ban pecah, spare part selalu kosong dan untuk mensiasatinya kadang kita buka 10 (sepuluh) ban dari satu unit dan dipindahka ke unit yang lain agar angkutan bisa jalan dan hal tersebut membuat hasil tidak seimbang dengan perawatan.

Diteruskan yang paling membuatnya heran yakni satu unit tronton miliknya yang angsurannya sudah lunas tapi sampai sekarang PT Rimau tidak pernah mau menyerahkan surat menyurat kendaraan baik STNK maupun BPKB walaupun sudah didesak beberapa kali dan alasannya selalu tidak jelas, pungkasnya.(Adi/Red)

Pos terkait