Banner

Thursday, October 10, 2019

Dinas Perikanan Bartim Adakan Pelatihan Bagi POKDAKAN

Ir. Bernath, MAP saat menyampaikan kata sambutan. 

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - Keberhasilan budidaya ikan tidak lepas dari pengetahuan, ketrampilan tentang bagaimana cara membudidaya yang baik dan terukur.

Selama ini yang menjadi faktor kegagalan/kendala bagi pembudidaya ikan tidak hanya dikarenakan buruknya kualitas air tapi ada faktor lain yang juga sangat mempengaruhi hasil budidaya dan diantaranya adalah kurangnya pengetahuan atau ketrampilan para pelaku budidaya untuk menekan biaya pakan serta kurangnya wawasan cara mengantisipasi penangulangan hama penyakit pada ikan.

Untuk menyikapi hal tersebut Dinas Perikanan, Kabupaten Barito Timur melalui Bidang Budidaya Perikanan bekerjasama dengan narasumber dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandi Angin, Kalimantan Selatan gelar pelatihan untuk Kelompok Tani Budidaya Ikan (POKDAKAN) air tawar se Barito Timur, bertempat di Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur,Kalimantan Tengah, Rabu (9/10/2019).

Pelatihan dengan materi pokok pengelolaan kesehatan ikan dan pembuatan pakan ikan tersebut dihadiri oleh 100 (seratus) orang yang mewakili kelompok budidaya ikan masing-masing.

Kepala Dinas Perikanan, Ir. Bernath, MAP dalam sambutan mengawali pembukaan pelatihan mengatakan, pakan dan kondisi kesehatan ikan memegang peran penting terhadap sukses atau tidaknya hasil produksi yang dilakoni oleh kelompok budidaya ikan.

Saat ini hampir keseluruhan kelompok  pelaku usaha budidaya ikan dalam pengelolaannya bergantung dengan pola instan atau lebih senang membeli pakan daripada membuat sendiri, dan tentunya biaya yang dikeluarkan tidak sedikit untuk itu.



"Membeli pakan dari toko atau pasar itu memang praktis tapi biaya yang dikeluarkan itu tidak sedikit ditambah dengan kualitas pakan atau kadar protein yang belum tentu sesuai, niscaya akan berdampak pada ikan yang dipelihara tapi akan berbeda bila kelompok budidaya ikan yang membuat pakannya,karena dengan membuat pakan sendiri kelompok bisa menghitung berapa kandungan protein yang dibutuhkan plus biaya nya juga tidak semahal membeli pakan yang ada dipasaran karena bahan baku untuk membuat pakan seperti buah-buahan, sayur, tepung,dedak dan lainnya itu mudah didapat diwilayah kita.

Ditambahkan,permasalahan lainnya yang berdampak pada menurunnya produksi ikan juga dikarenakan kurangnya pengetahuan dan wawasan pelaku usaha budidaya ikan dalam mengantisipasi maupun menangani hama penyakit pada ikan, sementara resiko ikan terserang parasit atau hama tersebut setiap saat pasti ada namun upaya antisipasi untuk mengobatinya agar tidak menjangkiti ikan yang lainnya itu jarang dilakukan oleh pembudidaya ikan.

"Biasanya penyakit yang paling sering menyerang ikan adalah jamur putih (White Spot ) dan sudah menjadi kebiasaan bila ada bibit yang terkena jamur putih, bibit tersebut dibuang atau dipisahkan kelain tempat tapi upaya untuk mengantisipasi dengan memberikan obat agar penyakit tersebut tidak menjangkiti bibit ikan yang lain itu hampir tidak pernah dilakukan.

Bernath mengatakan bahwa Dinas Perikanan menaruh harapan besar agar melewati pelatihan ini anggaran untuk pembelian pakan lebih diminimalkan dan upaya penangulangan penyakit pada ikan bisa lebih ditingkatkan tandasnya mengakhiri sambutan sekaligus menandai dibukanya pelatihan pembuatan pakan dan pelatihan penangulangan penyakit pada ikan (Adi/Red)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top