Banner

Thursday, October 10, 2019

Mengenal Asal Mula Angkatan Pertama Penerjun Pertama RI

PENERJUN: Imanuel Nuhan sang penerjun pertama RI, di kediamannya belum lama ini.

BARITORAYAPOST.COM (Palangka Raya) - MENJADI, Penerjun pertama bagi seorang prajurit  sebagai Tentara Indonesia sebagai bentuk kecintaan dan membela Tanah Air, Nusa dan Bangsa. Itulah, seorang anak Dayak yang berasal dari Desa Tumbang Ampit, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bernama Imanuel Nuhan. Ia juga sebagai penerjun payung pertama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Dia lahir pada bulan Februari 1925 sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara. Saat itu Imanuel sebagai parajurit yang dikomandan oleh mantan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut, dengan menempuh pendidikan SR di Tewah kala itu. Akan tetapi saat itu dicari orang pribumi dan ia pun ikut dengan bekal keberanian mengikuti penididikan di Jawa Tengah yakni Jogja hingga lulus dan langsung menjadi penerjun pertama RI.

Seperti yang diceritakan sepupunya, Sion Galan (70) memang kala itu dicari orang-orang yang kuat untuk menjadi tentara. Dalam mempertahankan tanah air dan untuk melawan penjajah seperti Jepang dan Nika kala itu, tempat tentara di Kalteng yakni di Desa Sambi, Kabupaten Kotawaringin Barat.



“Memang kala itu saya juga masih kecil dan diceritakan orang tuannya. Saudara kami yang Imanuel kuat dan anak pertama dari tujuh bersaudara. Cuma dia itu yang ada niat dengan bekal yang pas pasan, maklum jaman itu masih dalam keadaan yang serba sulit sehingga ia ikut orang untuk menjadi prajurit,” ucap Sion Galan dibincangi dirumahnya, Sabtu (14/9/2019).

Dikatakannya, saat menjadi tentara Imanuel kala itu besama sepupunya pernah ikut di kapal pelayaran di laut Jawa kepunyaan Jepang. Ketika, di bom untuk menyelamatkan diri cuma memakai sebilah papan. 

“Pada 10 November di Surabaya, perang melawan Tentara Jepang dan Nika. Sekitar Pukul 12 malam diperintah Tjilik Riwut ke arah Pangkalanbun di Desa Sepan Biha. Namun di situ tempur melawan tentara  Nika lari ke hutan dan diambil lagi oleh komanadannya dan dikirim kembali ke Jogja dan dari situ ia kembali lagi ke Tewah pada 23  Agustus 1950,” sebutnya. 

Menurutnya kala itu menuturkan, diapun pernah di bawa sebagai petran namun atas dasar keberanian dan niat yang belum. Karena itu, harus pernah menjadi pejuang dan memang benar-benar tentara yang pernah bertempur. 

“Dulu saya juga pernah menjadi petran namun saya menolaknya, karena sebagai pejuang itu harus pernah tempur melawan penjajah baik itu kaum kolonial. Sebenarnya menjadi petran itu, pernah merebut melawan penjajah bukan hanya sebutan saja seperti saudara kami Imanuel itu,” tuturnya.



Dikatakan saudaranya, Nike S Tambing bahwa Imanuel itu pernah terjun pertama RI. Sehingga, saat penyambutan oleh orang tua dulu maka dilalukan pemotongan potong pantan dan mendirikan sebuah toras atau tugu sebagai tandanya jasa juga sebagai seorang penerjun pertama di Indonesia.

“Dikalteng sendiri saudara kami ini juga pernah terjun payung tepatnya di Desa Tumbang Manjul, Kabupaten Katingan, dan juga sudah diletakan batu pertama juga disana, ia menceritakan bahwa Imanuel jatuh tersangkut pohon dan tidak makan selama satu hari disana,” ujarnya.

Juga hal yang sama diceritakan saudara Kandung Imanuel yaitu  Ancar Nuhan Tambing (63), saat ini kondisi dari penerjun itu sudah tidak bisa melihat dan hanya dalam kondisi terbaring di kediamannya. Diakuinya memang saudaranya tersebut sebagai pejuang bangsa dan juga seperjuangan dengan Tjilik Riwut. 

Baca Juga:

Penerjun Pertama TNI AU dari Palangka, Imanuel Nuhan, Meninggal Dunia

“Kami ada tujuh bersaudara dia sebagai kaka pertama kami. Kalau untuk kondisinya saat ini sudah tidak bisa berjalan dan matanya tidak bisa melihat disebabkan faktor umur. Saat ini beliau berada di Palangka Raya di Jalan G Obos 24, makanya kami berharap dengan pemerintah untuk bisa membesuk atau yang lainya karena dia juga sebagai pejuang negara ini,” pungkasnya. (Red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top