Banner

Friday, October 11, 2019

PT Rimau Grup Bungkam, Saat Terima Surat Pernyataan Dan Balasan Surat PT Patra Jasa


BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - PT Rimau Grup/PT Senamas Energindo Mineral (SEM) masih belum ada kabar, menyikapi surat pernyataan dari hasil aksi demo dan belum juga menanggapi surat yang dikeluarkan PT Patra Jasa, yang merupakan salah satu perusahaan yang ditunjuk PT Pertamina (Persero), untuk penggunaan dan pengelolaan jalan Pertamina, di kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah.

PT Rimau Grup dan PT SEM tampaknya masih mempertimbangkan hasil dari pernyataan yang sempat menjadi diskusi panjang antara pendemo yang baru-baru ini terjadi. Kedua perusahaan tersebut tak bisa berikan komentar, alias (Bungkam) saat para awak media berdatangan meminta tanggapan atas surat pernyataan dan surat yang di keluarkan PT Patra Jasa.

Usai aksi demo, Marinus, yang juga salah satu perwakilan dalam aksi tersebut membacakan isi dari surat pernyataan terdiri dari 3 point yaitu:
  1. Siap mendorong PT Rimau Group sepakat bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero) menurut ketentuan yang berlaku.
  2. Siap bekerja sama dalam menciptakan situasi kondusif Di wilayah kabupaten Barito Timur,
  3. Serta mendukung tetap berjalannya iklim usaha yang kondusif khususnya perekonomian masyarakat kabupaten Barito timur dan meminta secepatnya kepada pihak pimpinan PT.Rimau Group, untuk segera menyelesaikan masalah yang ada sejak pernyataan ini diterima.
Sedangkan balasan dalam surat yang dikeluarkan dari PT.Patra Jasa menyebutkan bahwa pihak PT Patra Jasa ada termuat permintaan kepada PT SEM dan PT Rimau Grup agar mengisi formulir minat kerjasama penggunaan halan milik PT Pertamina (Persero) dan apabila tak mengisi dan menyerahkan formulir maka jalan tersebut akan kembali ditutup.

"Apabila sampai dengan tanggal 13 Oktober 2019, PT SEM dan PT Rimau Grup tidak mengisi dan menyerahkan formulir minat kerjasama penggunaan jalan, maka jalanan akan kembali ditutup. Sedangkan perusahaan-perusahaan tambang yang sudah mengisi dan menyerahkan fomulir minat kerjasama penggunaan jalan milik PT Pertamina (Persero) tetap dapat menggunakan dan memanfaatkan jalan tersebut," tertulis dalam surat dikeluarkan PT Patra Jasa, nomor 500/52/Ekobang, tanggal 8 Oktober 2019, perihal hasil kesepakatan perwakilan aksi damai dengan asosiasi angkutan batu bara (AABB) Tumpuk Natat Bartim, Ferry Febrianto tertanda direktur utama.

Management PT.Patra Jasa I Made Wirya mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini belum ada respon dari PT.Rimau Group/PT.SEM sebagaimana surat yang di edarkan untuk menanggapi terkait Jalan Pertamina.

"Belum ada tanggapan dari pihak PT.Rimau Group/PT.SEM. dan kita tetap berusaha agar pihaknya bisa bekerjasama seperti perusahaan tambang maupun perkebunan yang memakai jalan Pertamina ini. Kita buka peluang dengan memberi waktu sampai ada kesepakatan", ungkap Made saat di hubungi via handphone, Jumat (11/10/2019).

Saat awak media baritorayapost.com bersama media lainnya mencoba mendatangi kantor tersebut  lpada pukul 08:30 wib pagi tanggal (09/10/2019) pimpinan pihak PT.SEM/ PT.Rimau Group tidak bisa memberikan komentar, kemudian menghubungi pihak managemen PT SEM- PT Rimau Grup,  Asep S maupun Kiki Gunawan dan mencoba meminta tanggapannya melalui pesan Whatsapp, hanya terlihat dibaca saja dan tidak dibalas tanggapannya, kamis (10/10/2019) lalu.

Sementara itu dari perwakilan Asosiasi Angkutan Batu Bara (AABB) Tumpuk Natat, Mardianto menjelaskan persoalan yang ada, pihaknya masih dalam proses pengkajian dulu legalitas PT Pertamina, sebelum rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD belum ada kesimpulan. Mardianto juga menambahkan bahwa pihaknya tidak mencampuri managemen perusahaan, karena ini hanya sebatas AABB Tumpuk Natat, tiga point yang menjadi pernyataan pihaknya hanya internal AABB.

Jika RDP sudah dilaksanakan, maka hasilnya baru disampaikan ke managemen PT Rimau Group, semuanya membutuhkan proses, dan tidak semudah membalik telapak tangan. Jika PT Patra Jasa menutup akses hauling angkutan AABB, berarti PT Patra Jasa mengabaikan rekomendasi DPRD dan surat Bupati Bartim. "Kami dari AABB tetap hauling, karena kami patuh, tunduk dan taat pada kedua surat tersebut," ujar Mardianto.

Masih belum ada penyelesaian yang rile atas polemik Jalan Pertamina. Dari hasil penelusuran awak media baritorayapost.com bersama awak media lainnya, menelusuri hasil dan tanggapan pihak PT.SEM dan PT.Rimau Group atas surat pernyataan yang di keluarkan Pemda Bartim dan surat dari pihak PT.Patra Jasa. Di datangi beberapa awak media prihal meminta statemen pada pihak mansgemen PT.SEM/ PT.Rimau Group tidak bisa memberikan komentar hingga berita ini di publikan. (YCP/Red)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top