Banner

Thursday, November 7, 2019

SMPN 1 Kapuas Tengah Pilot Project Sentral Sekolah Siaga Kependudukan

BARITORAYAPOST.COM (Kapuas) - Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi. Tidak dipungkiri, bonus demografi ialah hasil dari upaya menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) melalui program keluarga berencana (KB). Jika dimanfaatkan dengan optimal, bonus demografi dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng melalui Kabid ADPEN Dison, SH saat meresmikan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP Negeri 1 Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (7/11/2019). "Kegiatan ini adalah salah satu pembentukan sekolah siaga kependudukan sekaligus sosialisasi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga" terangnya.

Kabid ADPEN Dison, SH menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan edukasi yang sangat diperlukan untuk para siswa agar mengerti masalah tentang kependudukan.

Program ini sudah berjalan di tiga Kabupaten seperti Barsel, Kobar, Murung Raya, ini semestinya dalam 1 kabupaten ada 3 sekolah yang memiliki sekolah siaga kependudukan (SSK) bahkan sangat diharapkan diseluruh sekolah kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Tengah,

Dalam kegiatan peresmian Sekolah Siaga Kependudukan tersebut dihadiri oleh Plt Camat Kapuas Tengah Dodo SP,  Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Sugiyanto dari Dinas P3AAPKB Kabupaten Kapuas, Kepala SMP 1 Kapuas Tengah Oyeng SE, Seluruh dewan guru serta siswa SMP Negeri 1 Kapuas Tengah.

Sementara Plt Camat Kapuas Tengah Dodo, SP dalam sambutannya menyambut baik adanya peresmian Sekolah Siaga Kependudukan ini di SMP Negeri 1 Kapuas Tengah. "Pada era ini harus disiapkan generasi yang berkualitas, agar tenaga kerja yang melimpah pada saat ini mampu membawa berkah. Apalagi realitanya saat ini masih banyak persoalan kependudukan yang harus kita dihadapi seperti bonus demografi dimana saat jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kelompok usia non produktif 0-14 tahun dan lebih dari 65 tahun" jelasnya.

Ditempat yang sama Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Sugiyanto dari Dinas P3AAPKB Kabupaten Kapuas mengatakan bahwa untuk di Kabupaten Kapuas sudah ada 4 sekolah yang menjadi Sekolah Siaga Kependudukan diantaranya SMP 2 Selat, MAN Kapuas, SMA 2 Kapuas dan SMP 1 Kapuas Tengah.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki amanah untuk memberikan literasi tentang kependudukan agar masyarakat sadar akan pentingnya manfaat yang harus disiapkan dan digunakan serta permasalahan-permasalahan yang harus dihindari dari dampak kependudukan. Salah satu upayanya melalui Sekolah Siaga Kependudukan.

Sasaran pendidikan kependudukan adalah melalui jalur pendidikan formal seperti SD, SLTA dan Universitas, jalur pendidikan Non Formal, yaitu di Diklat Berjenjang seperti Diklat ASN dan Kepramukaan, melalui jalur pendidikan Informal, yaitu keluarga/kelompok kegiatan masyarakat/keluarga.

Pola untuk penyelenggaraan pendidikan kependudukan melalui jalur-jalur tersebut adalah dengan Sistem Kerjasama. (Rud/Tim/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top