Banner

Thursday, November 7, 2019

Eksekutif dan Legislatif Sepakat Dioptimalkan Pelaksanaan APBD

PENYERAHAN: Bupati Gumas Jaya S Monong menyerahkan KUA dan PPAS tahun 2020, ke Ketua DPRD Gumas Akerman disaksaksikan eksekutif, legislatif dan yudikatif di ruang sidang, Rabu (6/11/2019) sore. 

BARITORAYAPOST.COM (Kuala Kurun) - Sehubungan dengan, rapat paripurna ke-8 masa persidangan I Tahun 2019. Untuk itu, Kepala Daerah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) di tahun anggaran 2020, sesuai amanat pasal 34 dan 35 PP No.58 Tahun 2005. Sehingga yang diadakan di ruang sidang kantor dewan setempat, Rabu (6/11/2019) sore.

Bupati Gumas Jaya S Monong mengatakan, menjadi tujuan utama penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plapon Anggaran Sementara (PPAS), disamping itu untuk menyampaikan RKT-PD merupakan tahun pertama pelaksaan RPJMD Kabupaten Gumas tahun 2020-2024.

Apa yang menjadi tujuan penyususnan KUA dan PPAS, artinya kita juga sepakat terhadap pentingnya optimalisasi pelaksanaan APBD, sepakat terhadap arah program dan kegiatan pembangunan  di Tahun anggaran 2020, yang menjadi tidak kalah pentingnya, sepakat terhadap peningkatan koordinasi antara Eksekutif dan Legislatif, dalam memantapkan yang transfaran dan akuntable,” ucap Jaya saat menyampaikan pidato pengatarnya.



Dilanjutkan menyebut, RAPBD pada tahun anggaran 2020, untuk pendapatan berjumlah, Rp.1.088 triliun, belanja Rp.1.78 triliun, surplus anggaran Rp.9.297 miliar. Sehingga masing-masing uraian dan komponen, baik pendapatan akan bertambah dibandingkan tahun 2019 ini.

“Pendapatan ditargetkan berjumlah Rp.1.088 triliun atau bertambah 1,02 persen, adapaun komposisi, PAD ditargetkan Rp.60.026 miliar, atau bertambah 1,01 persen dibandingkan tahun ini, Pajak daerah target Rp.24.726 miliar atau 1,03 pesen, retribusi Rp.4.117 miliar naik 1,43 persen,” bebernya.

Tambah dia, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, ditargetkan Rp.7.254 miliar berkurang 0,99 persen, lain-lain PAD yang sah target Rp.23.928 miliar berkurang 0,94 persen. Dana perimbangan Rp.838.166 atau 1,00 persen.

“Bagi hasil pajak dan bukan pajak Rp.52.642 miliar atau 0,52 persen, dana alokasi umum Rp.589.543 bertambah 1.02 persen, DAK Rp.195.980 miliar bertambah 1,22 persen, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp.189 alami kenaikan 1,13 persen,” sebut Jaya. (Yes/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top