Banner

Thursday, November 7, 2019

Hindari Sengketa Lahan Kelompok Tani Hapakat Pasang Patok Pembatas

BARITORAYAPOST.COM (Palangkaraya) - Lahan seluas 528 hektar milik kelompok tani karet rakyat Hapakat yang terletak di Jalan Karanggan ujung, Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, Rabu (7/11/2019) di pasang patok pembatas area oleh pengurus kelompok tani tersebut yang disaksikan langsung perwakilan dari Kecamatan.

Pemasangan patok pembatas bertujuan untuk menghindari sengketa lahan yang saat ini kerap kali terjadi di Palangka Raya, hal tersebut diungkapkan Aspandi salah seorang pengurus kelompok tani.

"Pemasangan patok ini supaya kita semua tahu batas-batas tanah milik kelompok tani dan tanah milik orang lain, sehingga tidak ada klaim-klaim atas hak tanah, dan tidak terjadi sengketa", ungkap Aspandi, Rabu (7/11/2019).

Lebih lanjut Aspandi menuturkan keberadaan kelompok tani karet rakyat hapakat ini sudah lama berdiri. "Bahkan surat garapan yang kami pegang ini keluaran tahun 1985, hal ini membuktikan bahwa kelompok tani karet rakyat Hapakat sudah lama ada", tuturnya.

Perlu diketahui bahwa kelompok tani karet rakyat Hapakat ini anggotanya terdiri dari dua kelurahan yakni, masyarakat kelurahan Kameloh Baru dan masyarakat Bereng Bengkel. Dan lokasi garapan masuk wilayah administratif Kelurahan Kalampangan.

"Lokasi ini awalnya masuk administrasi kelurahan Bereng Bengkel, namun sekarang masuk wilayah Kelurahan Kalampangan, hal tersebut diperkuat dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh kedua lurah tersebut yang jadi pegangan kelompok tani", tegas Aspandi. 


Sementara itu, Plt Camat Sebangau, Teguh Margono mendukung penuh kelompok tani karet rakyat Hapakat atas pematokan lahannya sesuai dengan bukti-bukti kepemilikan yang dimiliki.

"Pada prinsipnya kami mendukung pematokan lahan kelompok tani Hapakat selama mereka memiliki bukti-bukti kepemilikan yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku", ungkap Teguh Margono melalui pesan Whatapps.

Teguh juga berharap agar masyarakat di Kecamatan Sebangau meminimalisir sengketa tanah dengan cara melengkapi bukti kepemilikan yang sah sesuai aturan yang berlaku.

"Pematokan ini agar diketahui batas-batas kepemilikan lahan dengan dibuktikan dokumen sah dari instansi berwenang, sehingga kedepannya tidak ada permasalahn seperti tumpang tindih dan sengketa lahan",  demikian Teguh Margono.

Dalam kegiatan pematokan itu, kelompok tani Hapakat juga mengundang Kapolsek Sebangau, Lurah Bereng Bengkel, Lurah Kalampangan, Mantir Adat, namun tidak dapat hadir karena kesibukannya.

"Tidak jadi masalah yang lain tidak hadir dalam pematokan ini, karena dari kecamatan hadir yang diwakili oleh pa Daryatmo, sehingga bisa menyaksikan langsung kegiatan pematokan lahan ini", tutup Aspandi. (Adr/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top