Banner

Thursday, November 7, 2019

Kasus Jalan Hauling PT Pertamina, Para Pejabat dan Pengusaha di Bartim Diperiksa Bareskrim Polri

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - Menindaklanjuti pengaduan PT Pertamina tentang tindak pidana di wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalteng, kini Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri turun ke Tamiang Layang, Rabu dan Kamis (6-7/11/2019).

Tim Bareskim Mabes Polri melacak adanya dugaan penyalahgunaan wewenang/kekuasaan dalam kasus pemanfaatan tanpa izin jalan hauling PT Pertamina.

Turunnya Tim Bareskrim ke Tamiang Layang, kabupaten Barito Timur ini dibenarkan pula oleh Vice President Asset Planning & Development PT Pertamina, Hermawan. "Benar, tim Bareskrim sedang turun ke lapangan," kata Hermawan kepada baritorayapost.com

Karuan saja, sepanjang dua hari ini, para pejabat dan mantan pejabat di lingkungan Barito Timur dibuat kalang kabut. 

Mereka mendadak dipanggil untuk diperiksa di ruang Satreskrim Polres Barito Timur.

Tak luput diperiksa adalah para pengusaha tambang batu bara. QTermasuk para pengurus Asosiasi Penambang Batubara Barito Timur dan pengurus Asosiasi Angkutan Batubara Tumpuk Natat.

Mereka dimintai keterangan dan dokumen berdasarkan Nomor: B/PK -550/XI/2019/Tipidkor dalam rangka penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pemanfaatan aset jalan dan landing site PT Pertamina di Kabupaten Barito Timur tahun 2006-2019

Sebagaimana diberitakan Antaranews.com, mantan Bupati Barito Timur yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Barito Timur H Zain Alkim membenarkan telah dimintai keterangan penyidik Dittipikor Bareskrim Polri.

"Dimintai keterangan seputar pemberian keputusan (saat menjabat sebagai Bupati Barito Timur)," kata Zain Alkim usai memberikan keterangan kepada penyidik.

Hal serupa juga disampaikan Plt Kadis Perhubungan Barito Timur Andrunganyan. Dia mengaku menerima undangan dari Dittipikor Bareskrim Polri dan dimintai keterangan terkait jalan yang merupakan aset PT Pertamina.

"Iya ditanya terkait (persoalan) jalan pertamina," ucap mantan Camat Dusun Timur itu.

Sejumlah pejabat yang ikut diperiksa untuk dimintai keterangan yakni Sekretaris Daerah Barito Timur Eskop, Kepala DLH Lurikto, Plt Kadis Perhubungan Andrunganyan, Pt Kadis PUPR Yumail Paladuk, mantan Kepala DLH Bernath, Mantan Kadis PUPR Alvianson, mantan Kepala BPKAD Ina Gandrung, mantan Kepala Dinas Pertambangan M Yamin, mantan Kepala Dinas Perhubungan Tius Sulle Bani dan mantan Kepala Dinas Kehutanan Bartim.

Para pejabat dan mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Barito Timur mendapat surat Dittipikor Bareskrim Polri yang ditandatangani Wadir Tipikor Bareskrim Polri selaku penyidik Kombes Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan diminta menghadap AKBP Sumarni.

Selain pejabat dan mantan pejabat, Dittipikor Bareskrim Polri juga memeriksa kepala teknik tambang PT Maslapita Nano dan sejumlah KTT perusahaan tambang lainnya.

Pengurus APB Barito Timur atau yang sudah berganti nama menjadi Perkumpulan Penambang Batubara Barito Timur Andi Usman juga ikut dimintai keterangan.

Pengurus AABB Tumpuk Natat Yaman Duli dan Edi Sinta Sinurat juga ikut diminta keterangan dengan mengisi kuisioner yang telah disediakan.

Beberapa warga pemilik Dum Truk (tronton) juga diminta mengisi kuisioner yang telah disediakan Dittipikor Bareskrim Polri. Sedikitnya ada 14 soal yang telah disediakan untuk dijawab terkait penyelidikan dugaan korupsi pemanfaatan jalan pertamina di Bartim.

Ketua PPB Barito Julius juga dikabarkan dimintai keterangan di Dittipikor Bareskrim Polri di Jakarta. Selain Julius, pengurus PPB lainnya yang diperiksa diantaranya Antono.

Petinggi atau owner PT Senamas Energindo Mineral selaku perusahaan tambang yang tergabung dalam Rimau Group, Antonio Suyatmiko alias Ahong juga diperiksa dengan dimintai keterangan dan dokumen oleh Penyidik Dittipikor Mabes Polri di Jakarta. (Yes/Red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top