Banner

Tuesday, November 5, 2019

Polres Bandara Soetta Ringkus Spesialis Bembobol Bagasi Pesawat

BARITORAYAPOST.COM (Tangerang) - Satuan Reskrim bandara Soekarno Hatta berhasil ungkap Penanganan Perkara Pencurian di Bagasi Pesawat (Dodos Tas) berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/49/K/VIII/2019/Resta BSH Tanggal 1 Agustus 2019, di Area Terminal Cargo Garuda Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Kapolres Bandara Soetta, AKBP Arie Ardian menuturkan, Diketahui pada hari Jumat tanggal 19 Juli 2019 sekira Pukul 00.00 WIB, Pada hari Jumat tanggal 19 Juli 2019 sekira pukul 00.00 WIB, telah terjadi Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dlm pasal 362 KUHPidana, pada saat tim operasional lapangan PT J&T Express bersama dengan Bambang melakukan pengiriman 16 koli cargo yang berisikan handphone merk Oppo dan Realme dari Jakarta ke Medan melalui Bandara Soetta dengan menggunakan Jasa Cargo Garuda GA 188 penerbangan 19 Juli 13.00 WIB.

Setelah tiba di Gudang cargo Bandara Kualanamu Medan pihak J&T Medan yg mengurus pengambilan cargo mendapati jumlah cargo yg hanya sampai 15 koli, setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil bahwa telah terjadi kwhilangan 1 (satu) koli berisikan 4 (empat) unit HP merk Oppo dengan kerugian Rp27.945.000, tegas Kapolres. 

Disisi lain, Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta AKP Alexander Yuriko memaparkan Modus Operandi yang dilakukan para pelaku. Tersangka 1 dan 2 yang bekerja di Area Cargo Bandara Internasional Kualanamu Medan melakukan Pencurian terhadap Kargo yang dijumpai dengan memasukkan 4 buah Hp kedalam tas ransel milik Tersangka 1 dan membawa keluar area bandara Kualanamu Medan, kemudian menjual kepada pihak lain untuk mendapatkan keuntungan yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dari para Tersangka.



Adapun para tersangka yang berhasil diamankan, (DI) asal Medan, bekerja sebagai Operatore BTT (Bagagge Towing Tractor Bandara Kualanamu), yang berperan mengambil Kargo yang didalamnya terdapat 4 (empat) buah HP dan mengeluarkan dari Area Bandara Kualanamu untuk kemudian dijual.

Inisial (S) asal medan, Operatore BTT (Bagagge Towing Tractor Bandara Kualanamu), yang membantu Tersangka 1 (DI) untuk mengambil Cargo yang berisikan 4 (empat) buah HP.

Kemudian (BA), asal Simalungun Sumut, sebagai pembeli 1 (satu) buah HP dari Tersangka 1 (DI) dengan harga separuh harga wajar.

Dikatakan Kasat Reskrim, (MR) asal Medan, Diperintahkan DPO (karena hubungan kekerabatan) untuk menjual HP sejumlah 3 (tiga) buah yang merupakan hasil kejahatan. Adapun DPO (R) asal Medan, bekerja sebagai Petugas Acs Bandara Kualanamu Medan, yang merupakan ayah dari Tersangka (MR), tegas AKP Alexader Yuriko. 

Barang Bukti yang berhasil diamankan, satu lembar Surat Muatan Udara (SMU), satu lembar surat pemberitahuan tentang isi (PETI), satu lembar ceklist manual, satu lembar manifest, rekaman cctv, 3 buah Pas Bandara Kualanamu Medan, 2 Helai Baju Kerja di Area Bandara Kuala Namu yang dikenakan Tersangka 1 dan 2 pada saat melakukan Kejahatan. Dan 3 unit HP merk OPPO berserta aksesorisnya dan Kardus.

Para tersangka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHPidana dan atau Pasal 480 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 (tujuh) tahun penjara dan terhadap perkara Penadahan diancam dengan hukuman 4 (empat) tahun penjara. (Ria/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top