Banner

Friday, November 8, 2019

Produk Legal Sering Disalah Gunakan Remaja, Ini Penjelasan Kasat Narkoba

KOMFIRMASI: Kasat Narkoba Polres Gumas Iptu Damlias saat dibincangi di kantin polres setempat, Rabu (6/11/2019) lalu. 

BARITORAYAPOST.COM (Kuala Kurun) – Kasus penyalahgunaan obat kesehatan dan alat perekat di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sering terjadi di kalangan anak sekolahan, dari tingkat SMP hingga SMA. Hal itulah, Polres Gumas, melalui Sat Res Narkoba Polres Gumas, mengimbau kepada penjual barang tersebut, yang mungkin dugaan saat ini Komix dan Lemfox supaya menjual kepada yang membutuhkan atau mengunakan hal tersebut.

Kapolres Gumas AKBP Yudi Yuliadin SIK melalui Kasat Narkoba Polres Gumas, Iptu Damlias mengatakan, yang rentan diusia remaja dan sering masih duduk di bangku sekolah, dengan harga yang sangat murah dan kebanyakan sering disalahgunakan. Sehingga, kalau dijerat tidak masuk di UU Narkotika, karena produk tersebut legal.

“Kabanyakan sianak atau pemakai yang sering menyalahgunakan Lemfox dan dan Komix dan kalau kita jerat dengan UU Narkotika barang tersebut legal, untuk itu imbauan saya disini, yang mungkin ada keluarganya terpapar di penguna itu, caranya lakukan pendekatan rangkul lagi dan jangan lupa ikuti acara keagamaan dan kegiatan sosial yang lainnya yang bermanfaat,” kata Iptu Damlias, saat dibincangi, Rabu (6/11/2019) lalu.

Lanjut dia mengatakan, dirinya mengimbau kepada penjual barang tersebut, seperti lemfox dan produk kesehatan salah satunya komix. Supaya, dijual kepada yang benar-benar membutuhkan. Jangan sampai dijual kepada anak-anak. Seandainya, untuk konsumsi kesehatan sendiri dan untuk tukang kemungkinan dibutuhkan satu atau dua biji saja.

“Minta tolong lah kepada penjual jangan sampai menjual kepada anak-anak sekolah, akan tetapi jual lah kepada yang membutuhkan, seperti komix dan lemfox ini, dan kemungkinan mereka yang butuh ini paling satu atau dua saja, dan kalau mamakai komix kalau tidak sembuh petunjuknya hubungi atau datangi dokter,” bebernya.

Damlias menyebut, untuk harga lem fox sendiri harganya murah berkisar, Rp.10 ribu hingga Rp.20 ribu satu kaleng dan kalau komix satu sashetnya Rp.1.500 atau 5000 paling mahal. Karena kalau banyak, yang dirasakan yaitu efek dari barang tersebut sebenarnya, dan berdasarkan dari kesehatan itu salah karena anjurannya tidak untuk disalah gunakan.

“Kalau kebanyakan kalau komix itu kan ya overdosinya sebenarnya, berdasarkan ilmu kesehatan itu salah. Kalau makan 5 sa-shet nyata saja play, bahan yang dipakai tapi dosisnya banyak, sama halnya lemfox, dan kebanyakan yang kita temukan di Gumas ya anak muda sering mengunakan barang itu,” tukasnya.

Berdasarkan pengalamannya Damlias menceritakan, menghadiri kegiatan di Tewah, dilihanya sianak berjalan pake motor namun di tengah terus, dikasih peringatan klason juga tidak mau memberikan jalan. Ternyata tangan kiri anak tersebut sedang memegang plastik isinya lem fox.

“Kita saat itu kasih peringatan klakson, bahkan sianak tersebut malah ngangkangin kaki dan sianak tersebut malah tidak terima diganggu artinya anak ini sudah diluar kesadaran, dan pas ada jalan longar saya pepet, ternyata tangan satu mengang gas tangan kiri mengang plastik dalam ada isinya lem fox, dan kalau ada temannya berpapasan tidak menutup, kemingkinan bisa kaget dan terjatuh, artinya membahayakan diri mereka sendiri,” pungkasnya. (Yes/RED-BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top