Banner

Wednesday, November 6, 2019

Tegas..! Ini Kata Kadis Kesehatan, Dampak Stunting Di Bartim Harus Segera Dituntaskan


BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - Mengingat Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang masuk dalam zona terdampak Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Bartim, Simon Biring, menegaskan, bahwa dampak Stunting di Bartim harus segera dituntaskan.

Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan pada kegiatan penguatan Posyandu dalam rangka penurunan angka stunting di Bartim, Pemerintah Kabupaten Bartim melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Universitas Lampung Sumatera serta Kementerian Kesehatan lakukan bimtek pencegahan Stunting.

"Kita ucapkan terima kasih, karena saat ini Dana Desa (DD) sudah bisa diarahkan untuk penurunan angka stunting di setiap Desa, karena ini adalah program utama Presiden Jokowi melalui Kementerian Kesehatan, karena dampak stunting harus segera dituntaskan," ucap Simon kepada Baritorayapost.com usai kegiatan di aula Dinas Pertanian Bartim, Rabu (06/11/2019).

Mengingat Kabupaten Bartim masuk dalam zona Stunting, dan masuk dalam lokasi Stunting di 100 kabupaten kota di Indonesia. Maka di perkuat pembinaan dalam pencegahan Stunting yang diikuti beberapa peserta kegiatan dari ada 10 desa yang dulu terdampak Stunting kita fokuskan,  namun kita sertakan sampai 52 Desa untuk penguatan posyandu nya.

"Seperti yang kita ketahui, penurunan lokasi Stunting di Kementerian Kesehatan masih tercatat 30,8% pada awalnya tahun 2016-2017, namun sekarang intervensi yang kita lakukan saat ini mendapatkan penurunan sekitar 12%, artinya selama 2 sampai 3 tahun kita intervensi mendapatkan banyak penurunan angka Stunting, jelas Simon.

Menurut Simon, pihaknya sudah banyak melakukan program untuk melakukan penurunan angka Stunting, dirinya mengatakan pihaknya telah mendatangi daerah-daerah yang terdampak Stunting.

"Kita memberikan pelayanan melalui posyandu ataupun Puskesmas, melakukan pemantauan status gizi anak maupun ibu hamil yang dimulai dengan 1000 hari pertama kehidupan. Kita mendata, memeriksa dan memberikan bantuan gizi seimbang juga melakukan pencegahan," jelas Simon.

Kita lakukan pemeriksaan kepada ibu hamil sampai lahirnya, kita periksa melalui alat yang sudah disediakan di 11 Desa. Mengukur berat badan dan tinggi badan anak, dan kita upayakan  jangan sampai umur anak lewat dari 2 tahun terhitung dari lahir.

Diteruskan Simon, kita bisa lihat dengan alat tersebut pada anak yang terdampak Stunting memiliki tinggi badannya kurang dari 48 cm, kemudian berat badan dibawah 2,5 kg dan ini harus kita pantau, berikan pemahaman pola makan yang bergizi dan kita juga berikan makanan tambahan secara gratis tanpa biaya, ungkapnya.

"Maka dengan hal ini kita bekerja semaksimal mungkin, bersinergi, saling berhubungan antara ibu hamil dengan petugas gizi dan bidan, harus sejalan pada saat Anto notal Care (ANC) atau pemeriksaan kehamilan," pungkasnya. (YCP/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top