Banner

Thursday, November 7, 2019

Warga Berharap, Perusahaan Atau Pemkab Bartim Cari Solusi Dugaan Pencemaran Sungai Awang

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - Dugaan Pencemaran Sungai Awang yang berada di tiga Desa yakni, Desa Janah Jari, Putut Tawuluh dan Desa Runggu Raya kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan ada solusi dari pihak Perusahaan maupun Pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan salah satu warga yang keluhkan atas dugaan tercemarnya sungai yang biasa digunakan sebagai sarana kebutuhan pokok penghidupan warga sekitar. Warga setempat merasakan sejak adanya perusahaan tambang PT. Rimau Group keadaan sungai Awang terlihat secara kasat mata tidak layak digunakan.

Saat ini air tampak terlihat keruh dan berbau, warga terpaksa menggunakan untuk mandi, karna faktor cuaca musim kemarau sumur di wilayah Desa kering, sedangkan untuk masak dan minum warga harus membeli air.

"Kita dapat air pada musim penghujan saja, namun bila musim kemarau terpaksa seperti ini, kurang lebih 5 tahun pihak perusahaan tidak ada keperdulian, walaupun sebelumnya pernah ada bantuan air, namun sekarang tidak ada lagi,"ucap warga Desa Putut Tawuluh kepada Baritorayapost.com di lokasi beberapa waktu lalu.

Kita berharap perusahan bisa membantu masyarakat dengan keadaan seperti ini, dan kita ingin pemerintah mencari solusi atas limbah dari PT. Rimau Group ini, karna kami orang sini jadi cukup tau, jelas limbah dari pembuangan mereka ke sungai ini. Jarak kira-kira 2 km antara tambang dengan sungai, "jelas limbahnya turun ke sungai ini," ungkapnya.

Setelah diketahui sungai tercemar oleh perusahaan, dari tahun ke tahun  warga sering mengeluh, dari pihak adat, penghulu adat Desa Putut Tawuluh juga mengeluh, tapi tidak ditindaklanjuti pihak perusahaan, Kepala desa pun sudah mencoba namun tidak direspon bahkan Pemerintah atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak ada sosialisasi untuk menghimbau kepada warga dampak sungai ini.

Menanggapi adanya aduan masyarakat, terkait adanya dugaan pencemaran yang terjadi di sungai Awang Kepala DLH Bartim, Lurikto, menjelaskan bahwa pihaknya sudah survey ke lokasi dan mengambil sample serta melakukan uji laboratorium dan mendapatkan hasil bahwa air sungai dalam status membahyakan (tidak layak konsumsi).


Sesuai aturan, apabila ada limbah dari pihak perusahaan yang melakukan pencemaran, kita sudah mengimbau kepada pihak perusahaan apabila merusak lingkungan dan melakukan pencemaran pada aliran sungai yang dikonsumsi masyarakat setempat. "Kita tidak segan-segan memproses sesuai aturan, apabila terjadi kita kenakan sanksi secara bertahap, namun bila perusahaan tersebut tidak melakukan perbaikan kemungkinan izin usaha perusahaan tersebut dicabut," tegas Lurikto, Rabu (06/11/2019)

Kita akui keterbatasan DLH  Bartim, oleh sebab itu kita berharap semua unsur berperan untuk menjaga lingkungan baik dari masyarakat Desa, dari pemangku kepentingan, stakeholder, juga peran Media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bisa bersinergi. "Kalau bukan kita, siapa lagi," harapnya.

Kita terus berupaya untuk mencari sumber pencemaran sambil melihat dan terus memantau perubahan menunggu curah hujan agar kita dapat melakukan pemeriksaan kembali dugaan pencemaran tersebut, dan kita juga berharap pihak perusahaan agar lebih memperhatikan kepentingan masyarakat, karena perusahaan yang bekerja atau berinvestasi di wilayah tersebut harus memikirkan masyarakat setempat, pungkasnya. (YCP/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top