Banner

Tuesday, December 3, 2019

Seorang Anak Nekat Melakukan Percobaan Bunuh Diri di Balai Banjang

BARITORAYAPOST.COM (Kapuas)Entah apa yang merasuki pemikiran seorang anak di usia pelajar yang nekat ingin mengakhiri hidupnya, itulah yang menjadi tanda tanya masyarakat saat ini.

Sebelumnya sempat banyak beredar kabar di media sosial bahwa fenomena anak sekolah yang meninggal dengan tidak wajar seperti gantung diri di wilayah "Kapuas Ngaju", Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah belum lama ini dalam jarak waktu berdekatan.

Tim Wartawan Baritorayapost.com mencoba menggali kebenaran informasi tersebut melalui Kapolsek Kapuas Tengah, Iptu Catur Winarno, dirinya menjelaskan pada hari Senin, (2/12/2019) lalu, Sekitar pukul 19.00 WIB di Catur 1 pondok kediaman Saudara Tihan Desa Balai Banjang Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas telah terjadi percobaan bunuh diri seorang anak laki-laki bernama IR (13) yang pernah sekolah di SD dan tidak tamat.


Kapolsek Kapuas Tengah Iptu Catur Winarno mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di lapangan dan keterangan para saksi serta pihak keluarga bahwa korban sebelumnya mengalami pusing kepala dan mendadak seketika kehilangan kesadaran.

Kejadian itu sebenarnya pada Sabtu tanggal 30 November 2019, cuman baru ribut kemaren siang dan malam tadi, kata Kapolsek Kapuas Tengah kepada awak media ini. Selasa (3/12/2019).

Selanjutnya korban timbul pemikiran untuk mengaakhiri hidup dengan cara yg cepat yaitu gantung diri, pemikiran itu terus mencul dan korban katanya nggak bisa mengendalikan diri lagi terus akhirnya korban memutuskan untuk bunuh diri di dalam pondok, dengan menggunakan tali nilon warna biru.

Tidak lama kemudian saksi bernama Inggih yang berada di luar kamar seketika melihat korban telah tergantung dengan tali nilon warna biru, yang dengan cepat selanjutnya INGGIH mengambil parang dan memotong tali yg berada di atas kepala korban, sehingga korban terjatuh.

Pada saat itu saudara Tihan yang merupakan bapak korban berada di dapur mendengar ada suara keras seperti benda jatuh langsung masuk ke dalam pondok bersama ibu korban bernama Utut pada saat itu sedang mandi di sungai dan melihat anaknya sudah terkulai lemas dan ada luka dileher bekas ikatan.



Dari hasil pemeriksaan Kapolsek Kapuas Tengah, Iptu Catur Winarno mengakatan bahwa Korban sempat mengalami luka di leher karena bekas tali yang di gunakan untuk gantung diri dan mengeluarkan darah dari mulut serta hidung sehingga sempat tidak sadarkan diri namun saat ini korban IR (13) sudah dinyatakan sehat oleh pihak kesehatan setempat.

Menyikapi hal tersebut Kapolsek Kapuas tengah Iptu Catur Winarno melakukan kordinasi dengan Camat, Damang, dan para tokoh dan kepala desa serta seluruh komponen elemen masyarakat se-kecamatan Pasak Talawang agar menyikapi permasalahan ini dengan tenang yang rencananya akan melakukan bersih desa atau dikenal Memapas Lewu. (Rud/TIM/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top