Thursday, January 16, 2020

Bupati H Nadalsyah Hadiri Penyelenggaraan Video Conference dan Kick Off Penandatanganan Barang dan Jasa Tahun 2020

BARITORAYAPOST.COM (Palangkaraya) - Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah menghadiri Penyelenggaraan Video Conference Dan Kick Off Penandatanganan Barang/Jasa 2020 sesuai dengan surat sekretaris daerah Provinsi Nomor : 027/10/II.1/PBJ tangal 8 Januari 2020 di aula Ek Hapakat, Lt. III kantor Gubernur, Palangka Raya.(16/1/2020)

Acara Penyelenggaraan Video Conference Dan Kick Off Penandatanganan Barang/Jasa 2020 dihadiri oleh gubernur Kalimantan tengah, H. Sugianto Sabran, wakil gubernur Kalimantan Trngah, Habib Said Ismail bin Yahya, Bupati/walikota se Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporan Sekretaris daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, S.Hut, M.p menyampaikan dalam laporannya menyampaikan Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi realisasi anggaran Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah per 31 Desember 2019, adalah sebagai berikut:

A. Realisasi APBD:
1) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
Realisasi keuangan= Rp 5.094.971.995.352 (Rp.5,09 triliun) dari pagu anggaran Rp.5.653.664.214.112 (Rp.5,65 triliun) (termasuk anggaran BTL dari DPRD, PPKD dan KDWKD) atau sebesar 90,12% sedangkan realisasi fisik= 96,48%
Belanja APBD tertinggi dicapai oleh:
  1. Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan yaitu realisasi keuangan= 99,86%, realisasi fisik= 100,00%
  2. Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan yaitu realisasi keuangan= 97,69% dan fisik= 98,93%
  3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yaitu realisasi keuangan= 97,53% dan fisik= 98,33%
Belanja APBD terendah dicapai oleh:
  1. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran, realisasi keuangan=82,72% dan fisik= 83,31%
  2. Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei, realisasi keuangan= 79,95% dan fisik= 94,54%
  3. Dinas Kehutanan yaitu realisasi keuangan= 79,13%, realisasi fisik= 80,82%
2) Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah
Realisasi keuangan= Rp.16.424.895.104.664 (Rp.16,42 triliun) dari total pagu anggaran Rp.18.080.235.418.455 (Rp.18,08 triliun) atau sebesar 90,84% sedangkan realisasi fisik= 94,24%
Belanja APBD tertinggi dicapai oleh:
  1. Kabupaten Gunung Mas yaitu realisasi keuangan= 94,28%, realisasi fisik= 97,88%
  2. Kabupaten Pulang Pisau yaitu realisasi keuangan= 94,18%, realisasi fisik= 99,16%
  3. Kabupaten Murung Raya yaitu realisasi keuangan= 93,84%, realisasi fisik= 94,83%
Belanja APBD terendah dicapai oleh:
  1. Kota Palangka Raya yaitu realisasi keuangan= 88,31%, realisasi fisik= 89,94%
  2. Kabupaten Barito Timur yaitu realisasi keuangan= 88,02%, realisasi fisik= 92,27%
  3. Kabupaten Barito Utara yaitu realisasi keuangan= 86,08%, realisasi fisik= 95,68%
  4. Realisasi belanja APBD oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah masih di bawah target bulan Desember 2019, yaitu keuangan 98,00% dan fisik 100,00%.
B. Kendala dan permasalahan dalam penyerapan anggaran tahun 2019 yang disampaikan pada saat rapat antara lain:
  1. kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan serta pengadaan alat pemadam kebakaran di Dinas Kehutanan
  2. adanya DAK yang merupakan pekerjaan konstruksi yang tidak bisa dilaksanakan karena waktu yang tidak memungkinkan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
  3. pengadaan lift yang mengalami gagal tender di RSUD Doris Sylvanus.
C. Penerimaan Pendapatan:
  1. 46 Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Target: Rp 1,57 Triliun. Realisasi: Rp 1,65 Triliun. Prosentase: 104,89%
  2. Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. Target: Rp 17,00 Triliun. Realisasi: Rp 16,01 Triliun. Prosentase: 94,17%
D. DAK:
  1. DAK Pemerintah Provinsi. Realisasi keuangan= 95,77%. Realisasi fisik= 98,37%
  2. DAK Pemerintah Kabupaten/Kota. Realisasi keuangan= 87,95%. Realisasi fisik= 93,29%.
Acara dilanjutkan dengan Kick Off Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020 dan Pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor (Bantingsor) & Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Prov. Kalteng seta Penandatanganan MoU/Nota Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Prov. Kalteng

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan tengah, H. Sugianto Sabran, yang disampaikan oleh wakil Gubernur Kalimantan Tegah, Habib Said Ismail bin Yahya menyampaikan bahwasanya Pada pelaksanaan Video Conference hari ini dirangkaikan dengan beberapa kegiatan yang cukup penting sebagaimana telah kita ikuti bersama ini merupakan salah satu inovasi dalam rangka melakukan efisiensi dan efektivitas dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan. Pemerintah dituntut untuk terus berinovasi dan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia yang berdaya guna.

Rapat TEPRA yang juga dilaksanakan hari ini merupakan evaluasi keseluruhan terhadap penyerapan anggaran baik APBD maupun APBN, proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, penerimaan pendapatan dan hal-hal lainnya pada tahun 2019. Diharapkan nantinya dapat diketahui permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan anggaran tahun lalu dan mengantisipasinya agar permasalahan tersebut tidak terulang lagi pada tahun 2020 ini. Selain itu penggunaan alokasi harus efektif dan dapat menggerakkan roda perekonomian di daerah.

Selain itu dihimbau kepada seluruh Perangkat Daerah untuk Tahun Anggaran 2020 Penandatanganan kontrak selambat-lambatnya ditandatangani Per 1 Mei 2020 sebagaimana Amanat Presiden RI Ir.Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/ Jasa tanggal 6 November 2019. Secara umum juga saya himbau untuk dapat menghindari permasalahan lelang yang batal atau gagal dilaksanakan, hal ini seharusnya tidak terjadi karena proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban dilakukan sendiri oleh masing-masing perangkat daerah dan hal ini selalu berulang setiap tahunnya. Pengadaan barang dan jasa pemerintah harus tepat waktu, keterlambatan sedikit saja dapat mengurangi persentase pertumbuhan ekonomi di daerah. Terutama belanja infrastruktur yang sangat sensitif terhadap waktu.

"Belanja pengadaan barang/ jasa harus berkontribusi signifikan terhadap pengembangan industri dan IKM dalam negeri, hal tersebut dapat di desain dari proses pengadaan barang/jasa" Tutup Habib Ismail mengakhiri sambutan Gubernur.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Video Conference/Dialog Gubernur Kalteng dengan Pemkab/Kota se-Kalteng yang langsung dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Tengah.
(Diskominfosandi For BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top