-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Saturday, 18 January 2020

"Gotong Royong" Memupuk Rasa Kesatuan dan Persatuan

BARITORAYAPOST.COM (Palangka Raya) - Pepatah "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!" Kalimat tersebut sempat populer di kalangan masyarakat Indonesia pada tahun 90-an, namun dengungannya kini mulai jarang sekali terdengar. Kalimat tersebut singkat, namun maknanya dapat tergambar dengan sangat jelas. Persatuan adalah landasan semangat yang sejak dulu digunakan oleh para pejuang untuk membangun bangsa. Budaya gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat Indonesia.

Presiden Republik Indonesia yang pertama, yakni Presiden Soekarno, bahkan menyampaikan jika gotong royong merupakan "jiwa" masyarakat Indonesia pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di tahun 1945. Sayangnya, saat ini budaya gotong royong mulai perlahan hilang. Jika kita berbicara masa lalu, mudah sekali menemukan budaya gotong royong dalam berbagai bentuk.

Mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga masyarakat setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong antar umat beragama. Budaya gotong royong adalah identitas nasional. Karenanya, budaya gotong royong seharusnya terus dijaga supaya terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah kehidupan moderen dan kekinian yang makin menggiilas kearifan budaya Nusantara, warga suku Dayak yang berada di "Pulau Borneo" ini justru sebaliknya. Semangat bergotong-royong masih cukup kuat dan erat.

Hal itu setidaknya terlihat dari warga setempat setiap ada hajatan salah satu warga, baik itu resepsi perkawinan dan kematian, syukuran bahkan kegiatan yang memerlukan banyak orang selalu dengan cara gotong royong.

Penulis yang juga bersuku Dayak ini pun sangat merasakan semangat gotong royong yang mencerminkan persatuan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya masih terjalin dengan baik dan sangat erat.

Gotong royong sudah menjadi kebiasan sehari-hari di kalangan masyarakat Dayak. Kita kembali bangkitkan semangat gotong royong yang sudah mulai menipis. Dengan kegiatan gotong royong semacam ini supaya terus dilakukan oleh warga Indonesia yang lain dan berharap dengan semangat gotong royong ini kita akan mampu memupuk rasa persatuan dan kesatuan. (Red/BRP).

Penulis: Sekber Aseng.
Pemimpin Umum Baritorayapost.comPemerhati Lingkungan Hidup dan Komunitas KATARI (Kiak Tangis Tane Ranu).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top