Wednesday, February 26, 2020

Kadistanakan Bartim Riza Rahmadi: Pusat Koordinasi Pembangunan Pertanian ada di Kecamatan

BARITORAYAPOST.COM (Paju Epat) - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanakan) Kabupaten Barito Timur (Bartim) Ir. Riza Rahmadi, MM menekankan kecamatan menjadi pusat koordinasi pembangunan pertanian yang berfokus di desa-desa.

“Pertanian ada di desa, maka fokusnya desa. Dan yang terdekat dengan desa adalah kecamatan. Maka pusat koordinasi sesuai arahan Pak Menteri adalah kecamatan atau bapak Camat Paju Epat," ujar Riza Rahmadi dalam memberikan arahan kepada penyuluh pertanian di BPP Paju Epat, Kabupaten Barito Timur.

Hal ini di ungkapkan oleh Ir Riza Rahmadi, MM saat menghadiri Rapat Koordinasi dan sosialisasi awal Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Paju Epat tahun 2020 di aula BPP Paju Epat, Kamis (26/2/2020).



Diterangkan lebih lanjut oleh Kadis Pertanian, bahwa Menteri Pertanian yang mempunyai latar belakang pimpinan daerah, faham betul persoalan pertanian. Maka kecamatan dijadikan pusat koordinasi.

“Memang anggaran ada di Kabupaten dan Provinsi. Maka ini perlu sinergi satu kesatuan untuk membangun pertanian," terangnya yang dikuatkan oleh Camat Paju Epat.

"Maka harapannya, karena kita sudah tahu titik temu provinsi, kabupaten termasuk camat, maka ini bisa semakin cepat, dukungan semakin jelas, anggaran terpantau, semua TI kita kerahkan sehingga semua terpantau," lanjut Kedis Pertanian.



Camat Paju Epat juga menyampaikan,bahwa kecamatan Paju Epat  masuk wilayah pengembangan pertanian. Karena itu hal ini bisa wilayah membantu pangan nasional khususnya bidang peternakan dan perkebunan tanaman pangan palawija dan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian juga meminta, agar pemerintah kabupaten dan kecamatan berada dalam satu tujuan. "Karena tujuannya satu, yaitu peningkatan produksi pertanian sebagai daerah penyangga pangan ibu kota negara yang baru." (Yes/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back to Top