Tuesday, February 11, 2020

Pelaku Kasus Penipuan Hampir 8M Oleh Pasutri Ditangkap di Semarang

BARITORAYAPOST.COM (Palangka Raya) - Satuan Reserse Kriminal Polresta Palangka Raya telah menangkap pasangan suami istri pelaku penipuan dengan merugikan korbannya hampir 8 Miliyar Rupiah kini mulai terkuak dengan fakta baru.

Sebagai mana pemberitaan sebelumnya, Kasus penipuan ini terungkap berdasarkan hasil penyelidikan atas laporan korban bernama bernama Fajar Harapan, SE (56) yang diketahui seorang pengusaha kontraktor warga Jalan Kutilang Kota Palangkaraya pada tahun 2012 lalu.

Menurut Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung dalam press realise nya di Mapolresta Palangka Raya, Senin (10/2/2020) pagi, Modus penipuan yang dilakukan oleh pasangan suami istri ini dengan cara menjual tanah bersertifikat beserta bangunannya (Rumah) kepada korban senilai 100 juta rupiah dengan dibuktikan ada kwitansi senilai Rp100 juta dan setelah itu tersangka meminjam uang beberapa kali hingga jumlah pinjaman tersebut senilai 7,8 Milyar rupiah dengan alasan digunakan untuk bisnis berlian dengan perjanjian bagi hasil.

Ternyata sertifikat tanah dan bangunan yang dijual kepada korban pun bukan atas nama pribadi, akan tetapi atas nama orang lain.


Selang berapa lama Sertifikat yang sudah menjadi milik Korban diambil kembali dengan alasan kepengurusan balik nama dan ternyata sertifikat tersebut digadaikan kembali ke sebuah Koperasi yang ada di Kota Palangka Raya.

Setelah sekian lama Korban meminta untuk minta dikembalikan uang yang dipinjam serta sertifikat yang diambil, ternyata kedua tersangka melarikan diri ke Pulau Jawa.

Bagai disambar gledek, korban dikejutkan setelah empat bulan  bahwa rumah yang di belinya melalui kedua pelaku terpampang tulisan bahwa rumah tersebut dalam pengawasan Koperasi yang berada beralamatkan di Jalan Seth Adji Kota Palangka Raya.

Mengetahui hal tersebut korban langsung menghubungi kantor Koperasi tersebut dan setelah mendengar penjelasan pihak koperasi, bahwa rumah tersebut sudah digadaikan oleh kedua pelaku.

Waktu itu korban sempat berusaha untuk menagih agar semua uang yang dipinjamkan kepada para pelaku beserta sertifikat tanah dan bangunan yang telah dibelinya segera dikembalikan namun kedua tersangka tidak bisa dihubungi lantaran telah melarikan diri.

Kasat Reskrim Pilresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, Kedua pasutri ini berhasil ditangkap di Semarang, Jaea Tengah.


Dari hasil pemeriksaan pasca penangkapan, Menurut keterangan pelaku uang dengan Total 7,8 milyar rupiah tersebut diakui telah dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk mengobati sakit panas dan demam yang dialami istrinya.

Atas perbuatannya keduanya dijerat dengan Pasal 738 KUHP tentang Penipuan Jo 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman hukuman kurungan lima tahun penjara. (Adr/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Berita Terkait

Back to Top