Wednesday, March 18, 2020

Pencegahan dan Tagulangi Stunting Diperlukan Peran Lintas Sektor

 

Wabup Gumas Efrensia LP Umbing, sedang membuka kegiatan di aula bappedalitbang, didampingi Kepala Dinkes Maria Efiantie, dan perwakilan dari Bappeda Dodi, Rabu (18/3/2020). 

BARITORAYAPOST.COM (Kuala Kurun) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) dengan jajaran instansi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Bappedalitbang, dengan melaksanakan kegiatan analisis situasi konvergensi Pencegahan dan menagulangi stunting yang ada di beberapa daerah. Pasalnya, masih terdapat anak balita yang masih kekurangan gizi, khususnya di 12 kecamatan setempat. Padangan itu, disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Gumas Efrensia LP Umbing. 

“Kegiatan meliputi analisis stunting ini, meliputi cakupan layanan data suplai ketersediaan sumber yang memang perlu dan perlu dilakukan dengan lintas sector, maka tujuannya untuk meminimalisir dari pamphlet stunting dari pemerintah pusat dan memang ini juga menjadi  indikator kinerja utama kita baik di RPJMD,” kata Efrensia LP Umbing, saat membaca sambutannya, Rabu (18/3/2020).



Dia melanjutkan, suatu masalah stunting ini adalah pekerjaan yang memang sulit semestinya dilakukan dengan lintas sector, secara dominan di Dinkes. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan satu instansi, sebab penyebabnya stunting itu pertama kurang gizi, prakti pengasuhan yang tidak benar, artinya dimulai dari embrio bayi.

“Jadi ibu hamil dari usia 0-9 bulan itu harus diberikan asupan gizi yang cukup, ini yang memang perlu diketahui oleh masyarakat terutama wilayah-wilayah yang masih tinggi angka stuntingnya, ini semua PR untuk kita semua dengan mengedukasi bagi ibu hamil yang ada,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Gumas Maria Efiantie mengatakan, bahwa stunting sesuai hasil yang didapat dari badan pusat statistic tahun 2019 lalu, dengan data yang terintegrasi susenas terjadi penurunan angkanya 30, 8 persen dari tahun sebelumnya. Menang ini pekerjaan dari lintas sector, dengan melakukan konvergensi, penangulangan stunting.

“Untuk target kita dari tahun ini sampai 2024 sesuai dengan target nasional dan RPJMD kami berharap bisa 20 persen, minimal kita untuk tahun berikutnya rata-rata 4 persen terealisasi, dan memang sebaran angka stunting ini kalau diperkirakan 12 kecamatan rata-rata ada. Faktornya, kurang gizi koronis yang memang dari mulai mengandung sampai umur anak 2tahun, termasuk usia perkawinan anak,” demikian Maria. (Yes/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back to Top