Thursday, March 26, 2020

Tak Mau 'Kerja dari Rumah' di Jakarta Puluhan Ribu Warga Malah Pulang Kampung

Setiba di terminal Wonogiri, awak bus dicek suhu tubuhnya oleh petugas untuk cegah Virus Corona. (kompas). 

BARITORAYAPOST.COM (Jakarta) - Belum musim lebaran,  tetapi ribuan warga saat ini ramai-ramai mudik alias pulang kampung.

Untuk satu daerah, bisa mencapai piluhan ribu orang dalam sepekan terakhir. Terumata semenjak diberlakukan kebijakan "bekerja di rumah saja" untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

Warga yang kini ramai-ramai mudik diantaranya warga Yogyakarta, warga Gunungkidul, warga Wonogiri, warga Tegal dan masih bangak lagi.

Kepergian warga mudik pulang kampung ini menjadi.ironi di tengah kebijakan pemerintah 'bekerja dari.rumah" (work from home).

Sebagaimana dilaporkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,  sejak diberlakukannya tanggap darurat di DKI Jakarta sejak 20 Maret, maka arus pulang kampung warga Jakarta meningkat pesat.

Hal ini terluhat dari jumlah kedatangan bua di terminal-terminal di kota-kota Jawa Tengah. Peningkatan jumlah bua yang datang mbawa ribuan penumpang misalnya terjadi  di terminal Purwokerto, terminal Kendal, Cilacap, Jepara, Wonogiri, Cepu, Pemalang, Wonosobo dan lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat cemas melihat arus mudik yang demikian  drastis. Yang dikhawatirkan, ribuan orang itu pulang kampung membawa virus Covid-19. 

"Saya mencermati pergerakan saudara-saudara kita yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Kemarin kita tahu ada 80 bus membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng," ujar Ganjar melalui akun instagramnya pada Rabu (25/3). 

"Misalnya pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang. Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, kebumen, Wonosobo, Cilacap," lanjutnya. 

Contoh lain yang terjadi kedatangan besar-besaran adalah Wonogiri

Kepala Terminal Induk Giri Adipura Krisak, Agus Hasto Purwanto, Rabu (25/3) menunjukkan catatannya, tentang jumlah kedatangan bus dan ribuan penumpangnya. Dari tanggal 15 Maret hingga 22 Maret terdapat 14.140 orang penumpang datang dari Jabodetabek ke Wonogiri.


Agus mengungkapkan kedatangan bus dari Jabodetabek pada 15 Maret ada sebanyak 96 armada dengan jumlah penumpang 1.364 orang. 

Selanjutnya, kedatangan penumpang dari Jakarta pada tanggal 16 Maret sebanyak 99 bus dengan jumlah penumpang 1.401 orang.

Selanjutnya pada tanggal 17 Maret ada sebanyak 91 bus dengan jumlah penumpang 1.422 orang. Dan tanggal 18 Maret ada 95 bus dengan jumlah penumpang 1.404 orang.  Selanjutnya, pada tanggal 19 Maret ada 118 bus dengan jumlah penumpang 1.797 orang. 

"Pada tanggal 20 Maret ada 125 bus, jumlah penumpang 2.124 orang. Bertambah lagi pada tanggal 21 Maret 121 bus, jumlah penumpang 2.003. Terakhir data kami pada tanggal 22 Maret 131 bus, jumlah penumpang 2.625 orang," ujar Agus.

Dia mencatat selama delapan hari kemarin total bus AKAP yang datang sebanyak 876 armada dan penumpang sebanyak 14.140 orang. Peningkatan jumlah kedatangan penumpang sebanyak ini biasanya terjadi pada saat arus mudik Lebaran.

"Ya, kali ini pelonjakan jumlah kedatangan penumpang di terminal setelah Jakarta berstatus tanggap darurat corona," kata Agus kepada media.

Melihat derasnya arus mudik seperti itu, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, membenarkan adanya warganya yang selama ini merantau di Jabodetabek pulang ke kampung halaman setelah ada status tanggap darurat dari gubernur DKI Jakarta.

Warga Wonogiri  yang merantau di Jakarta dan sekitarnya pada umumnya berjualan bakso, jamu, warung makan, pekerja sektor informal lainnya.

Menyikapi hal ini, Ganjar meminta kepala daerah di Jateng agar mengecek kesehatan ribuan pemudik tersebut. 

"Saya meminta kepada kepala daerah, bupati/wali kota untuk mencermati situasi ini. Mohon lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, dan pencegahan penyebaran Virus Corona.

"Setiap perantau yang pulang, harus cek kesehatannya, pantau terus," ucap Ganjar. 

Ia juga meminta protokol kesehatan serupa juga diterapkan hingga level RT/RW. 

"Dengan demikian jika ditemukan pasien positif baru, kita bisa menelusuri riwayat kontak dan pergerakan pasien tersebut," 

Untuk itu, Ganjar juga meminta masyarakat Jateng agar memperhatikan dengan serius dan waspada dengan virus corona. 

"Saya ingatkan, jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah. Boleh jadi Anda kuat, Anda sehat, atau imun anda bagus, sehingga meskipun tertular anda tidak merasakan gejala sakit. Tapi ketahuilah, Anda tetap bisa menularkan virus ini pada orang tua, isteri, dan anak-anakmu," jelas Ganjar. 


"Jangan sampai nantinya anda menyesal, karena itu patuhi himbauan pemerintah untuk berdiam di rumah, sekali lagi berdiam di rumah; keluar hanya jika ada kepentingan mendesak, dan ingat; selalu jaga jarak serta cuci tangan setiap kali kontak atau menyentuh benda apapun di luar," tutupnya. (Yes/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Back to Top