Selamat Hari Koperasi Indonesia, 12 Juli

Tuesday, June 23, 2020

Akibat Sabung Ayam, Nyawa Jadi Taruhan, Begini Kronologisnya!

BARITORAYAPOST.COM (Puruk Cahu) - Tragedi sabung ayam yang memakan korban seorang pria (23) tahun warga Kecamatan Permata Intan kabupaten Murung Raya yang tak tertolong lagi dan harus kehilangan nyawanya karena kehabisan darah akibat pertikaian di arena tempat Sabung Ayam di desa Juking Sopan pada hari Minggu 21 Juni 2020.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan (inisial) B pria (51) tahun terhadap korban DI menurut keterangan Kapolres Murung Raya melalui Kapolsek Permata Intan Ipda Ismail Lubis, SH dari laporannya kepada Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, SIK.,MH dalam rilisnya yang diterima redaksi media Baritorayapost.com, Selasa (23/06/2020).



Perkara Penganiayaan Berat dan atau Pembunuhan yang terjadi berdasarkan laporan Nomor/B/VI/Res 1.7/2020/Kalteng/Red Mura/Polsek P.Intan,  tanggal 21 Juni 2020 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di RT 06 Desa Juking Sopan Kecamatan Permata Intan, Kabupaten Murung Raya (Mura) Terlapor yang tertangkap pada Hari Minggu, tgl 21 Juni 2020 sekitara pada pukul 22:00 WIB di rumah kini sudah diamankan aparat kepolisian, terang Kabid Humas Polda Kalteng.

Dirinya juga menjelaskan kronologis kejadian yang bermula dari pertikaian antara korban dengan pelaku di tempat Sabung Ayam karena DI (korban) tidak terima melihat perlakuan B (pelaku) yang kasar terhadap kakanya dan melayangkan pukulan kepada B, namun sebelum DI melakukan pukulan untuk kedua kalinya, B menyambut DI dengan tusukan senjata tajam jenis pisau, jelasnya.

"Kejadian berawal dari hasil sabung Ayam yang dinyatakan Draw/Imbang tidak ada pemenang, rekanan inisial Y yang berada di TKP saat itu dengan nada protes jika ada salah satu Ayam yang menang adu Sabung dan tidak menerima hasil Sabung yang dinyatakan imbang," jelasnya.



Lebih lanjut, sementara warga inisial M masuk ke Gelanggang tempat sabung ayam memegang leher Y dan menariknya agar keluar dari Gelanggang tempat sabung ayam tersebut, dengan maksud membawa agar Y keluar dan, melihat hal tersebut, B yang merupakan paman Y mengambil hati dan mendorong M hingga Y terlepas dari pegangannya,

Kemudian, dari luar Gelanggang sdr. DI yang merupakan adik kandung M masuk ke Gelanggang memukul atau menampar B, namun merasa di pukul, B mengambil Senjata Tajam yang dari tas slempang yang dibawanya, saat DI mau memukul B untuk kedua kalinya pada saat yang bersamaan B menusuk senjata tajam jenis Penikam pada tubuh korban.

"Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka pada bagian perut atas sebelah kiri, dan saat korban dibawa menuju RSUD Puruk Cahu menggunakan Speedboat korban DI meninggal dunia di Perjalanan,"  ungkap Humas Polda Kalteng.

Diteruskan Kombes Pol Hendra Rochmawan, SIK.,MH, "Pelaku dengan barang bukti kini sedang menjalankan proses lebih lanjut dan akan dikenakan pasal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya. (YCP/Humas polda/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment



Contact Form

Name

Email *

Message *

Peta Sebaran Kasus COVID-19 | di Provinsi Kalimantan Tengah Tanggal 14 Juli 2020

debuyandi
Back to Top