Selamat Hari Bhayangkara Ke- 74 | Kamtibmas - Kondusif - Masyarakat Semakin Produktif | Selamat Hari Bhayangkara ke-74

Sunday, June 28, 2020

Citra Buruk Kelapa Sawit Indonesia, Swiss Akan Laksanakan Referendum Tolak Sawit

BARITORAYAPOST.COM (Jakarta) - Berita tentang perilaku buruk tata kelola perkebunan kelapa sawit terus berlanjut. Setiap.saat kasus perlakuan tidak manusiawi dari pengelola perkebunan kelapa sawit terus bermunculan.

Itulah yang dicermati para pengambil kebijakan di Eropa Barat, seperti di Jerman. Jerman salah satu negara paling aktif melancarkan serangan ataa buruknya tata kelola perusahaan kelapa.sawit Indonesia. Dan buntut dari sikap itu adalah munculnya kampanye besar-besaran menolak minyak sawit.(CPO) asal Indonesia.

Baru-baru ini, menyusul pula.Swiss sebagai negara yang juga keras menolak CPO dari Indonesia.

Malah saat ini, sebuah organisasi lingkungan dari Swiss  berusaha melakukan referendum untuk menolak minyak sawit Indonesia. 

Mereka kampanye  agar minyak sawit dikeluarkan dari perjanjian perdagangan bebas dengan Swiss. 

Perjanjian yang dipermasalahkan adalah Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). Uniterre ingin agar minyak sawit tidak disertakan di perjanjian itu karena merusak lingkungan. Yang paling kuat yang ditudingkan ke Indonesia adalah pembabatan hutan, penggunaan pupuk kimia dan lainnya.

Saat ini sedang beredar sebuah petisi tentang 'Stop Minyak Sawit' dari Uniterre. Petisi itu berhasil mengumpulkan hingga 59 ribu tanda tangan. Karena itu, kemungkinan besar referendum melawan minyak sawit itu  terlaksana akhir tahun ini. 

Sebagaimana kita tahu, referendum adalah bagian proses demokrasi di Swiss. Banyak hal yang diputuskan melalui referendum. 

"Di Swiss berlaku proses politik, di mana rakyat diberi kesempatan  untuk berpendapat mengenai apa yang telah diputuskan Pemerintah. Lalu munculah inisiatif untuk referendum menolak penggunaan sawit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Swiss.

 Saat ini pemerintah Swiss sedang melakukan proses verifikasi atas tanda tangan yang diserahkan LSM untuk referendum.  Kemungkinan referendum IE CEPA diadakan akhir November 2020 atau Maret 2021. (yes/red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment



Contact Form

Name

Email *

Message *

Kapolda & Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Mengucapkan| Selamat Hari Bhayangkara ke-74 debuyandi debuyandi debuyandi
Peta Sebaran Kasus COVID-19 | di Provinsi Kalimantan Tengah Tanggal 11 Juli 2020

debuyandi
Danramil 0906-06 Samboja & Kapolsek Samboja, Mengucapkan| Selamat Hari Bhayangkara ke-74

debuyandi
Back to Top