Selamat Hari Koperasi Indonesia, 12 Juli

Saturday, June 27, 2020

Edy Pratowo: Jangankan 10 Ribu Hektar, 25 Ribu Hektar Kami Siap

BARITORAYAPOST.COM (Pulang Pisau) - Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo dihadapan Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri ATR-BPN, Sofyan A Djalil, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sandiaga, Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran dan unsur Forkopimda Kalteng dan Pemkab Pulang Pisau mengatakan bahwa Desa Belanti Siam dan Gadabung ini satu jalur, dan merupakan dua desa dari sekian Desa di Kabupaten Pulang Pisau yang memang lokasinya di setra kawasan produksi padi.

Edy juga menyampaikan bahwa selain 25 ribu hektar, di Kabupaten Pulang Pisau juga menyiapkan lahan seluas 56 ribu hektar dalam rangka mendukung 148 ribu hektar yang di canangkan pada tahap awal untuk optimalisasi lahan. Bahkan kata Edy, pihaknya menyiqpkan 19 ribu hektar lahan potensial dan mencadangkan di 11 ribu hektar.

"Jadi kalau tahun 2020 pemerintah mencanangkan 30 ribu hektar, untuk Pulang Pisau 10 ribu hektar, dan Kapuas 20 hektar, rasanya kami berharap jangankan 10 ribu hektar, 25 ribu hektar juga kami siap, karena lahan dan SDM nya sudah ada, " ujar Edy dihadapan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.


Bupati juga menjelaskan, di Kapupaten Pulang Pisau ada beberapa desa lain, seperti Desa Tahai Baru, Tahai Jaya, Pantik, Sanggang, Karya Bersama yang memang khusus pengelolaan nya di bidang pertanian, yakni tanaman padi.

Edy menyebutkan, lokasi ini merupakan eks transmigrasi tahun 1982 dan 1983, dan masyarakatnya memang sudah turun temurun dan bahu membahu dengan masyarakat lokal sehingga mereka sudah sangat betah disini.

"Jadi, kalau mereka pulang ke Jawa, dalam rangka mudik lebaran atau silaturahmi dengan keluarganya di pulau Jawa, " sebut Edy Pratowo.

Orang nomer satu di Bumi Handep Hapakat itu menambahkan, bahwa lokasi ini merupakan salah satu yang dicanangkan oleh Kabupaten Pulang Pisau dari 25 lahan eksisting, yang sudah kami laporkan dalam kegiatan Rakor bersama bapak Menteri beberapak kali. Kemudian dilokasi ini juga kata Edy, produktivitas padi rata-rata antara 5 sampai 7 ton, dengan jenis bibit varitas padi hibrida, impara dan impari. 

"Kami juga bersama bapak Gubenur  melalui Distan Provinsi Kalteng pernah uji coba jenis padi organik hasilnya sangat menggembirakan, yakni 9 hingga 10 ton. Jadi sangat luar biasa potensi yang dimiliki diwilayah ini. Jadi kalau di Kalimantan Tengah itu dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional itu, kami sangat mendukung sekali. Kami sangat berterimakasih, karena telah diberikan kepercayaan untuk bisa mengelola potensi lahan ini menjadi salah satu lumbung pangan untuk Indonesia. " tandasnya. (BS/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment



Contact Form

Name

Email *

Message *

Peta Sebaran Kasus COVID-19 | di Provinsi Kalimantan Tengah Tanggal 14 Juli 2020

debuyandi
Back to Top