Selamat Hari Bhayangkara Ke- 74 | Kamtibmas - Kondusif - Masyarakat Semakin Produktif | Selamat Hari Bhayangkara ke-74

Friday, June 12, 2020

Gubernur Sugianto Bangga Jembatan Tumbang Samba Rampung, Buka Keterisolasian antar Wilayah

BARITORAYAPOST.COM (Palangka Raya) - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, mengaku bangga dan menyampaikan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintah Pusat, dimana jembatan Tumbang Samba, sudah rampung dan bisa dilalui warga.

Selain itu juga, dengan teraambungnya dan sudah selesainya jembatan tersebut, kata Gubernur Sugianto, selain dapat membuka keterisolasian daerah, juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan khususnya di wilayah Kalteng dan Kalimantan, termasuk juga membantu konektifitas dalam memingkatkan ketahanan pangan nasional di Kalteng.

“Alhamdulillah, jembatan Tumbang Sama sudah selesai dan rampung. Ini adalah karya pemerintah pusat yang membantu Kalteng, dalam meningkatkan infrastruktur wilayah tengah Kalimantan. Kami merasa bangga. Kami yakin, peningkatan perekonomian masyarakat juga akan meningkat kedepanya,” kata Gubernur Sugianto, usai melaksanakan rapat kegiatan ketahanan pangan, usai kunjungan Mentri Pertanian, kemarin.

Bersama Kepala Dinas PUPR Shalahuddin, ST.,MT, Gubernur Sugianto menyebut sebelumnya sudah meninjau lokasi pembangunan jembatan itu sembari menyambangi warga untuk mendengar aspirasi hingga memantau akses infrastruktur guna dapat terkoneksi antara Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Pembangunan jembatan Tumbang Samba itu oleh Pemerintah Pusat, Kementrian PUPR sejak tahun 2017 dan sudah rampung tahun ini. Siap untuk diresmikan oleh bapak Presiden, dan Pa Mentri PU nantinya. Yang kami lakukan juga di daerah, Pembangunan infrastruktur yang Pemprov Kalteng bangun juga bersinergi dengan pemerintah pusat, seperti Jembatan Layang Kolam (Kobar), perbaikan Jembatan di wilayah Barito, hingga pembangunan jalan dan perbaikan jalan di berbagai daerah, sehingga dapat terintegritas dan baik, untuk menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas Sugianto.

Sementara itu Kadis PUPR Shalahuddin, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional serta Kementrian PUPR, untuk rencana peresmian Jembatan tersebut.

Dalam rilis dari pihak Kementrian PUPR, Jembatan Tumbang Samba yang sudah rampung 100 persen itu Siap Diresmikan untuk Dukung Konektivitas Program Lumbung Pangan Baru di Kalimantan Tengah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah. Kehadiran jembatan tersebut menjadi elemen krusial bagi kelancaran konektivitas di Lintas Tengah Kalimantan.

Menteri Basuki mengatakan, dengan kehadiran Jembatan Tumbang Samba dan tersambungnya Jalan Lintas Tengah Kalimantan diharapkan kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Ditjen Bina Marga Budi Harimawan Semihardjo mengatakan, pembangunan Jembatan Tumbang Samba bertujuan untuk membuka kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi struktur jaringan jalan nasional dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Barat dan sebaliknya. Dengan itu nantinya akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan.

Jembatan Tumbang Samba juga akan mendukung peningkatan konektivitas menuju lokasi rencana pengembangan food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020 - 2024 tersebut rencananya berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kehadiran jembatan yang melintasi Sungai Katingan sudah sangat ditunggu dan direspon positif oleh masyarakat Kalteng, karena akan mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian hulu atau Utara Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Kalbar.

Jembatan Tumbang Samba dibangun mulai tahun 2017 dan menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan tipe jembatan Pelengkung Baja Modified Network Tied Arch Bridge.

Jembatan ini telah melalui uji beban statik dan dinamik oleh Komisi Keamanan Jalan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dan memperoleh sertifikat  persetujuan laik fungsi jembatan nomor BM.05.03-Mn/896 tanggal 11 Mei 2020 dari Menteri PUPR.

BBPJN XI Banjarmasin Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR telah melaksanaan uji coba Open Traffic Jembatan Tumbang Samba pada Senin 1 Juni 2020 yang dihadiri Bupati Katingan Sakariya.

Dari sisi struktur pelengkung utama, jembatan ini lebih ringan bila dibandingkan dengan jembatan lain. Sekitar 30% kapasitas struktur ditopang oleh hanger, sehingga bisa menghasilkan desain struktur rangka baja yang efisien dan ekonomis serta memiliki nilai estetika yang tinggi.

Dengan bentang 108 meter, lebar jembatan 11,8 meter dan tinggi 23,7 meter, secara keseluruhan Jembatan Tumbang Samba memiliki bobot struktur utama hanya sekitar 450 ton. Jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan Jembatan Holtekamp yang memiliki berat 2.000 ton dengan konfigurasi bentang 112 meter, lebar 26 meter dan tinggi 20 meter.

Dari sisi produksi, keseluruhan proses produksi menggunakan produk dalam negeri, mulai dari struktur baja, trial assembly, proses full span lifting, dan juga tenaga kerja dalam negeri.

Pekerjaan konstruksi jembatan dilaksanakan dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 298 miliar oleh PT.  Wijaya Karya (Persero)Tbk yang juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut, dengan Konsultan Supervisi PT. Perentjana Djaja juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut.

Jembatan dengan total panjang 843,2 meter tersebut akan menjadi yang terpanjang di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai” dan dilengkapi dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat pada kedua sisi. Jembatan itu nantinya bakal dimanfaatkan oleh lalu lintas kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi Sungai Katingan untuk mengangkut kendaraannya. (BS/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment



Contact Form

Name

Email *

Message *

Kapolda & Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Mengucapkan| Selamat Hari Bhayangkara ke-74 debuyandi debuyandi debuyandi
Peta Sebaran Kasus COVID-19 | di Provinsi Kalimantan Tengah Tanggal 11 Juli 2020

debuyandi
Danramil 0906-06 Samboja & Kapolsek Samboja, Mengucapkan| Selamat Hari Bhayangkara ke-74

debuyandi
Back to Top