-->
Selamat Hari Koperasi Indonesia

Tuesday, July 28, 2020

Bupati sampaikan Permasalahan terkait 2 Desa yang Keluar Peta Bartim pada Kunker Anggota Komisi VII DPR RI

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - Tepat pada moment Kunjungan kerja (Kunker) Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)  fraksi PDID Dapil Kalimantan Tengah Dr. Ir Willy Midel Yoseph, MM yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat kabupaten Barito Timur (Bartim).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bartim, Ampera AY Mebas, SE.,MM, menyampaikan beberapa permasalahan yang ada di Bartim saat berdiskusi dan tanya jawab di hadapan Politikus DPR RI tersebut dan Anggota DPRD dari fraksi PDIP Plt Sekda, Forkopinda, OPD terkait, tokoh masyakat, tokoh agama dan undangan lainnya di ruang rapat kantor Bupati, Selasa (28/07/2020).



Selain menjelaskan masalah penanganan Covid- 19, Ampera juga sampaikan juga bahwa salah satu desa, yaitu Desa Dambung dan Desa Baruyan kecamatan Raren Batuah.

Menurutnya berdasarkan Permendagri Nomor 40 tahun 2018 telah menetapkan Desa Dambung Raya sepenuhnya masuk wilayah Tabalong provinsi Kalimantan Selatan, yang mana sebelumnya sebagian merupakan wilayah Bartim.



Adapun Desa Baruyan kecamatan Raren Batuah yang sebagian masuk wilayah kabupaten Barito Selatan. "Daerah Desa Baruyan sekarang ini banyak sekali wilayah kita yang hilang," jelas Ampera.

Dengan tegasnya, orang nomor satu di Bumi yang berjuluk 'Gumi Jari Janang Kalalawah ini mengatakan bahwa akan pertahankan desa Dambung agar tetap menjadi wilayah Bartim.



"Keberatan kita sudah kita sampaikan kepada Kemendagri dengan keluarnya keputusan Kemendagri tersebut. Saya berharap masalah tapal batas, baik desa Dambung maupun desa Baruyan bisa diselesaikan, sesuai dengan apa yang kita harapkan," harapnya.

Sementara, WMY Anggota Komisi VII DPR RI yang juga politisi PDIP tersebut menanggapi permasalahan yang disampaikan Bupati terkait perbatasan suatu daerah yang saat ini menurut WMY bahwa sedang dibuat Indonesia dalam satu peta, dengan skala 1:50 ribu, dan itu termasuk peta batas desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan juga batas negara, serta potensi yang ada disitu.


"Harapan kami nanti dengan dibuatnya satu peta Indonesia, tentu juga akan menyelesaikan masalah tapal batas dua desa di Bartim. Satu desa masuk ke kabupaten Barito Selatan dan satu desa lagi masuk ke kabupaten Tabalong provinsi Kalimantan Selatan, semoga nanti bisa cepat terselesaikan masalah tapal batas ini," pungkasnya. (YCP/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment



Contact Form

Name

Email *

Message *

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi



SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
KAPOLRES GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi



KAPOLRES BARITO TIMUR | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
KEPALA CABANG BANK KALTENG GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU


debuyandi
KEPALA BANDAR UDARA BERINGIN MUARA TEWEH | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU

debuyandi
BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU

DINAS KESEHATAN KABUPATEN GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU

debuyandi
DIREKTUR PDAM TIRTA BAHALAP KABUPATEN GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
Back to Top