-->
SELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM

Saturday, 29 August 2020

Kejari Gunungkidul Diapresiasi JAM Pidum, Berdasarkan Ini?

 

Kejari Gunungkidul, Koswara SH MH, saat di temui wartawan di ruang kerjanya  ketika mejabat Kejari  di Kabupaten Gunung Mas, belum lama ini.

BARITORAYAPOST.COM (Palangka Raya) - Kini Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Fadil Zumhana mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul Koswara SH MH, sehubungan dengan telah dilaksanakannya penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif perkara pidana penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Kasemi binti Kasemo Semito dengan Masiyem binti Kasemo Sumito atas persetujuan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY).

Apresiasi tersebut berdasarkan surat Nomor: B-3821/E/Ejp/08/2020. Prihal, ucapan terimakasih atas pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan Restoratif di Kejaksaan Negeri Gungungkidul yang ditandatangani oleh JAM Pidum Fadil Zumhana, di Jakarta pada Rabu, 19 Januari 2020.

Bahwa penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang dilakukan Kejari Gunungkidul ini, merupakan pertama kalinya di Indonesia setelah Jaksa Agung Burhanuddin mengeluarkan Perja Nomor 15 Tahun 2020. Sehingga JAM Pidum memberikan apresiasi dan menyurati seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi se Indonesia untuk meniru langkah preventif yang dilakukan Kejari Gunungkidul tersebut.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul Koswara SH MH, bahwa pihaknya mengucapkan puji dan syukurnya karena mendapatkan apresiasi dari JAM Pidum, terkait penghentian penuntutan perkara pidana penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Kasemi binti Kasemo Semito dengan Masiyem binti Kasemo Sumito yang merupakan saudara kandung dan sudah damai.

"Penghentian penuntutan tersebut dikarenakan pelaku dan korban sudah damai. Oleh karena itu, Kejari Gunungkidul mengambil langkah hukum, berdasarkan peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif," ucap Koswara dikomfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu (29/8/2020).

Tambah mantan Kejari Gunung Mas ini menjelaskan bahwa kesepakatan damai itu dilakukan pada Kamis, 13 Agustus 2020 lalu, di Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Dihadiri langsung oleh tersangka Kasemi beserta korban yang merupakan Saudara kandungnya Masiyem dan disaksikan Jaksa Penuntut Umum Ari Hani Saputri dan Hany Adhy Astuti beserta Penasehat Hukum Dukuh Karang Pilang Kidul bersama RT dan RW serta keluarga korban dan tersangka.

"Penghentian penuntutan tersebut dikarenakan kehendak pelaku dan korban, karena sudah berdamai dan antara mereka merupakan saudara kandung. Disamping itu juga memenuhi syarat sebagaimana disebutkan Perja No 15 tahun 2020 dengan ancaman pidana 5 tahun ke bawah," tutup Koswara yang akrap sama media yang ada di Kabupaten Gunung Mas ini.(Yes/Red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 | DI KABUPATEN BARITO UTARA | 26 SEPTEMBER 2020


debuyandi
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi



SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | 1NDONESIA MAJU
debuyandi
KAPOLRES GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi

KAPOLRES BARITO SELATAN | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi

KAPOLRES BARITO TIMUR | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
KEPALA BANDAR UDARA BERINGIN MUARA TEWEH | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU

debuyandi
KEPALA CABANG BANK KALTENG GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU


debuyandi
Back to Top