-->
SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA KEPALA DINAS PUPR BARTIM | YUMAIL J PALADUK, ST.,MAP | OLEH BUPATI BARITO TIMUR AMPERA AY MEBAS, SE.,MM

Thursday, 27 August 2020

Kementerian ATR-BPN Gelar Rakor Pemberdayaan Masyarakat di Lokasi Food Estate

Direktur Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat Kementerian ATR-BPN RI, Ir Andry Novijandri. 

Pulang Pisau, - Dalam rangka mendukung program food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kementerian Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) menggelar rapat koordinasi pemberdayaan masyarakat di lokasi food estate. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bappeda Litbang Pulang Pisau, Kamis (27/8), dengan dihadiri Direktur Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat Kementrian ATR-BPN RI, Ir Andry Novijandri.

Kepada awak media, Direktur Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat Kementrian ATR-BPN RI, Ir Andry Novijandri mengatakan bahwa di kementerian ATR-BPN banyak direktorat-direktorat yang berkerja, salah satunya bidang pemberdayaan masyarakat. 

"Intinya, bahwa kita menjaga dari awal sampai nanti berjalannya program food estate. Ya tentunya masyarakat sendiri yang disini bisa bertambah kesejahteraannya, pemerintah daerah pun bertambah sejahtera karena tumbuhnya perputaran ekonomi daerah, begitu juga dengan pemerintah pusat akan mendapatkan dampak yang baik, " kata Andry Novijandri.

Dia menegaskan, yang harus dijaga adalah masyarakat lokal disini, dan masyarakat harus jelas mendapatkan tambahan kesejahteraannya. 

"Kami dari bidang pemberdayaan tidak akan terlibat dalam gambar besar food estatenya, kami hanya menjaganya. Disitu ada orang nya berapa ya, siapa saja, ngapain saja,  penghasilannya berapa ya. Nanti ada food estate, mereka tambah sengsara gak boleh, tetapi harus lebih sejahtera, " jelasnya.

Andry juga mengatakan bahwa dalam rapat koordinasi pemberdayaan masyarakat di lokasi food estate pihaknya bersama SOPD dan stakeholder mencari keluhan dan masukan dari SOPD, camat dan stakeholder lainnya untuk mencarikan solusinya sehingga kedepan program food estate berjalan dengan baik dan tidak ada kendala.

" Seperti tadi, ada masukan dari kecamatan Pandih Batu banyak lahan kosong karena selalu gagal panen, sehingga pemiliknya memilih merantau. Nah, dengan hadirnya program food estate ini, mereka yang merantau dapat pulang kembali ke kampung untuk mengerjakan lahan pertaniannya, " tandasnya. (BS/Red).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top