-->
SELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM

Thursday, 3 September 2020

Korupsi di Pertamina Marine: Kejaksaan Juga Telusuri Aset Paulus Andriyanto

BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) - Penanganan perkara Paulus Andriyanto (49), pasca ia ditangkap pada 4 Agustus 2020 di Sleman, Yogyakarta, kemudian dilakukan penahanan di Lapas Kelas II Cilacap. 

Saat ini penahanan terhadap tersangka tindak pidana korupsi di Pertamina Marine Cilacap yang merugikan negara hingga Rp 4 milliar lebih itu diperpanjang hingga 2 Oktober 2020 mendatang, dan berkas perkaranya sedang proses Tahap I yaitu pengiriman berkas perkara dari penyidik ke penuntut umum. 

"Kebetulan penyidiknya dari kejaksaan dan pengirimannya dari penyidik ke penuntut umum. Kali ini penuntut umumnya beda, untuk menjamin kualitas berkas," kata Kajari Cilacap Timotius Tri Ari Mulyanto melalui Kasi Pidsus Muhammad Hendra Hidayat, Rabu (2/9/2020) petang. 

Menurut Hendra, penuntut umum juga akan meneliti berkas dan menilai kalau ada kekurangan, dikembalikan (P-19). "Walau sama-sama jaksa. Berkas saat ini posisinya P-21 pada tanggal 31 Agustus 2020," imbuhnya.

Sekarang posisinya sedang dilakukan penelitian oleh tim penuntut umum sambil menunggu mungkin ada kekurangan pada berkas perkara. 



"Juga belum ada hasil dari BPKP," ungkap ia. Tim BPKP hanya untuk mempercepat saja. Hasil dari BPKP bisa disusulkan sebelum penyerahan berkas P-21.

"Minimal progress-nya ada. Kalau kita hanya mempermasalahkan ini kurang, itu belum, ya nggak jalan-jalan. Kirim aja ke penuntut umum dan penuntut nanti akan menilai kekurangannya," ucapnya. 

Kemudian hasil dari BPKP atau dari mana yang nanti ada penyitaan baru lagi. Entah itu barang, uang, dokumen, atau barang lainnya, dikumpulkan bareng. "Target kita bulan ini sudah di Pengadilan Tipikor Semarang tanpa menunggu penyelamatan uang negara, karena bisa sambil jalan. Tapi kalau dia mau bayar, ya syukur," katanya. 

Persidangan dengan tersangka Paulus Andriyanto diprediksi t9ak akan lama. "Apa yang dia akui akan ada di persidangan," ungkap Hendra. 

Terkait aset, apa ada gambaran soal tersebut, Hendra mengatakan lihat perkembangannya namun nggak menjanjikan. "Tapi anggarannya sih ada. Apakah memang masih ada, kita belum tahu," tuturnya. 

Yang jelas, katanya, kita kerja sama dengan pihak intelijen. Yang bersangkutan juga sudah memberitahu ini, ini, ini... apa masih ada, ya belum tahu. "Kita sambil jalan, berkas sambil jalan, tim Kejaksaan juga jalan," bebernya.

Dalam hal asset tracing atau pelacakan aset ini, Kasi Pidsus Kejari ini menjamin bahwa nggak usah nunggu juga jalan, karena akhir bulan ini sudah naik sidang. 

Tentang bentuk aset tersangka, ia menjelaskan asetnya umum, bisa rumah, mobil. Kalau detilnya belum tahu. Masih ada atau tidak tersangka yang tahu. 

Kalau dari pihak keluarga tersangka, akan mengupayakan mengembalikan. "Ya nanti akan ada pengaruh untuk meringankan tuntutannya. Berapa pun yang dikembalikan," ungkap Hendra. 

Tersangka merupakan Senior Supervisor Marine Administration/PWTT (Pekerja Waktu Tidak Tentu) selaku pemegang cash card (layanan kartu debit perusahaan) Fungsi Marine PT Pertamina Marine Regional IV Cilacap secara tanpa hak menyalahgunakan cash card untuk kepentingan pribadinya yang seharusnya untuk membayar jasa pelabuhan di lingkungan PT Pertamina RU IV Cilacap mulai April sampai Juni 2018 dan tidak dapat mempertanggungjawabkan sebagaimana diatur dalam TKO No B-001/F30400/2016-S9 hingga mengakibatkan kerugian PT Pertamina sebesar Rp 4.171.244.246.

Ada tersangka lain? "Saat ini fokus yang ini dulu karena kita dikejar waktu," tegasnya. 

Ia menjelaskan, sengaja dalam KUHAP diperpendek agar secepatnya naik ke persidangan. "Waktu penahannya kan pendek dan ini aja sudah diperpanjang satu kali. Mau ndak mau ini sudah harus ke P-21 penuntut umum. Penahanan paling juga 30 hari. Nanti semua fakta kan terbuka di persidangan. Kalaupun dia menyebut sesuatu, seseorang, ini kan bisa kita lakukan perkara, berhasil atau tidak tergantung di persidangan," ungkap Kasi Pidsus Kejari Cilacap Muhammad Hendra Hidayat tersebut. (est/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 | DI KABUPATEN BARITO UTARA | 26 SEPTEMBER 2020


debuyandi
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi



SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | 1NDONESIA MAJU
debuyandi
KAPOLRES GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi

KAPOLRES BARITO SELATAN | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi

KAPOLRES BARITO TIMUR | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
KEPALA BANDAR UDARA BERINGIN MUARA TEWEH | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU

debuyandi
KEPALA CABANG BANK KALTENG GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU


debuyandi
Back to Top