-->
SELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM

Friday, 11 September 2020

Sedekah Laut Cilacap Hanya Gelar Tasyakuran, Larung Jolen, dan Wayang Ruwatan

BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, acara sedekah laut tahun 2020 ini hanya menggelar tasyakuran, larung jolen, dan wayang kulit ruwatan. Tidak ada gebyar layaknya sebuah festival atau pergelaran budaya yang mewah.

Hal ini karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 di Kabupaten Cilacap.

"Juga merupakan persetujuan atau kesepakatan dari 26 rukun nelayan bahwa mereka tidak mengadakan ruwatan sendiri-sendiri, tapi dipusatkan di Kantor DPC HNSI Cilacap," ujar Sarjono, Ketua DPC HNSI Kabupaten Cilacap, saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2020) sore.

Sedekah laut di Kabupaten Cilacap merupakan kegiatan nguri-uri budaya Jawa. "Yang tidak uri ya diilangna. Dan ini harusnya dilestarikan karena setiap tahun dilaksanakan. Juga untuk destinasi wisata di Cilacap," tambah Sarjono.

Selain itu, maksud dilaksanakan sedekah laut untuk syukuran laut. Agar semua nelayan pada sehat dan semua selamat ketika mencari ikan di laut, dan diberi keberkahan. 

Ikannya pada dapat banyak, barokah. Namun juga harus ingat dengan yang menciptakan manusia, yaitu Allah, yang menciptakan bumi dan langit. 



Rangkaian acara dimulai hari Kamis, yaitu ziarah ke Karangbandung dimana tempat bunga Wijayakusuma berada. Hari Jumat kliwon menggelar larung jolen, minta keselamatan kepada 'sang penunggu laut'. Berkah, selamat dan sehat semua nelayannya.

Sarjono berharap, semua selamat. Ikannya dikeluarkan semua. "Tapi jangan lupa dengan anak yatim, yatim piatu, dan janda diperhatikan. Agar semua sabar, jangan pada ribut, jangan pada cakar-cakaran, rebutan tempat, rebutan ikan, ujung-ujungnya rebutan uang, itu nggak baik," kata Sarjono. 

Untuk itu, pihaknya mengajak semua nelayan sabar. Sadar, dan guyub rukun. 

Ia melanjutkan, wayang kulit juga merupakan rangkaian dari sedekah laut. 

Jadi harus ada ruwatan kelompok-kelompok nelayan. Namun ke-26 rukun nelayan tahun ini tidak mengadakan ruwatan, tapi dipusatkan di kantor DPC HNSI. Semua berkat persetujuan semua nelayan dan pengurus HNSI. Keputusannya satu atap yaitu di HNSI. 

Wayang kulit ruwatan digelar dari pagi hari hingga sore dengan dua dalang sepuh yang sehari-harinya dipakai untuk ruwatan. 

"Harapannya semua nelayan yang ada di Cilacap nyengkuyung dan diberi waras, selamat dan sehat. Dibantu dan musibah dijauhkan. Jolen banyak sekali isinya. Seperti ubo rampe, dan berbagai isi di laut," ungkap Sarjono. (est/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 | DI KABUPATEN BARITO UTARA | 26 SEPTEMBER 2020


debuyandi
GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi



SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH & ISTRI | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | 1NDONESIA MAJU
debuyandi
KAPOLRES GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi

KAPOLRES BARITO SELATAN | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi

KAPOLRES BARITO TIMUR | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU
debuyandi
KEPALA BANDAR UDARA BERINGIN MUARA TEWEH | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU

debuyandi
KEPALA CABANG BANK KALTENG GUNUNG MAS | Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE- 75 TAHUN | INDONESIA MAJU


debuyandi
Back to Top