-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Monday, 26 October 2020

TMMD Sentuh Warga Terpencil Arguni Bawah, Kaimana, Papua Barat


TMMD Ke-109 TA 2020, KODIM 1804/KAIMANA. 

Oleh: Kependam XVIII/Kasuari
Kolonel Kav Zubaedi, S.Sos., M.M.


BARITORAYAPOST.COM (Kaimana, Kodam XVIII) - Kaimana merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat. Terbentuk sejak tahun 2002 silam, kabupaten ini memiliki wilayah di sekitar leher bawah kepala burung Pulau Papua. Sebanyak 7 distrik/kecamatan tercakup di dalamnya dan tersebar dalam wilayah seluas kurang lebih 36.000 km2.

Letaknya yang ada disekitar teluk dan menghadap Laut Arafura telah lama dan hingga kini tetap menarik minat wisatawan dalam maupun luar negeri. Namun, seperti sebagian besar wilayah lainnya di Papua Barat, kekayaan dan keindahan alam yang melimpah tetap tidak dapat menyembunyikan sisi lain hidup masyarakat yang sebagian masih berkekurangan (dalam keadaan serba kurang/miskin=KBBI)


Sisi lain kehidupan masyarakat ini telah menjadi pokok perhatian Kodam XVIII/Kasuari. Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 Tahun Anggaran 2020, TNI AD melalui Kodam XVIII/Kasuari, Korem 181/PVT, Kodim 1804/Kaimana, berusaha menggapai warga masyarakat yang dinilai masih berkekurangan tersebut. Wilayah yang mendapat perhatian khusus kali ini adalah Kampung Tanusan, Distrik Arguni Bawah, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana berserta instansi-instansi terkait, TMMD Ke-109 yang bertema “TMMD Pengabdian Untuk Negeri” tersebut, digelar di wilayah tugas Kodim 1804/Kaimana selama sebulan penuh, sejak 22 September hingga 21 Oktober 2020.



Terpencil dengan sarana yang terbatas


Kampung Tanusan merupakan salah satu dari 15 kampung yang ada di Distrik Arguni Bawah, yang sekaligus sebagai pusat/ibukota Distrik. Sebagai pusat distrik/kecamatan, kampung ini dapat dikatakan amat terbatas. Distrik ini hanya memiliki sebuah SMPN dan MTs serta beberapa SD yang tersebar di beberapa kampung (tanpa SMA/K/MA atau yang sederajat). Ada pula sebuah Puskesmas yang memiliki tanggung jawab melayani lebih dari 4500 jiwa warga Distrik. Tiang-tiang listrik yang terpancang dialiri listrik yang berasal dari genset milik Pemda. Setiap hari aliran listrik ini menyala hanya sekitar 4 jam, dari pukul 6 sore hingga 10 malam.


Mayoritas warga kampung ini hidup dari hasil pertanian dan perkebunan milik mereka masing-masing. Ada juga beberapa warga yang membuka usaha dalam bentuk toko/warung dan beberapa lainnya bekerja sebagai pegawai. Sementara itu, tingkat pendidikan dan perekonomian yang rendah menjadi salah satu sebab adanya sebagian masyarakat yang miskin, hidup dengan sarana yang serba terbatas.


“Kegiatan TMMD ini sebagai bentuk dukungan TNI AD untuk mendekatkan masyarakat pada akses pelayanan dan pembangunan dari Pemda setempat. Kerjasama ini (TNI-Pemda) sejalan dengan strategi pembangunan yang dimulai dari daerah terpencil dan terbatas,” ujar Letkol Inf  Pomalanthon B. Tambunan, Dandim 1804/Kaimana selaku Dansatgas TMMD Ke-109 Kodim 1804/Kaimana.



TMMD Sentuh Warga Kampung Tanusan


Untuk mencapai kampung ini, para personel Satgas TMMD (jumlah total 150 personel) terlebih dahulu bergerak menuju dermaga perikanan Kampung Coa sejauh 10 km dari Makodim 1804/Kaimana. Setelah itu mereka harus menempuh jarak kurang lebih 100 km, melalui perjalanan laut menuju daerah sasaran TMMD. Dengan kapal kayu kapasitas muat rata-rata 25 ton (perahu pok-pok) jarak itu ditempuh dalam waktu sekitar 7-8 jam (tergantung cuaca). Namun bila menggunakan kapal yang lebih besar/kapal besi (LCT) bisa mencapai waktu tempuh 8 jam (cuaca bagus) atau 12 jam (cuaca buruk). Semua itu tidak hanya digunakan untuk mengangkut personel tetapi juga untuk memuat kebutuhan bahan bangunan (kayu, batu, pasir, semen, dan sebagainya), karena semua bahan bangunan tersebut tidak ada/tersedia di kampung yang menjadi lokasi kegiatan TMMD, sehingga harus didatangkan dari luar kampung, menggunakan angkutan laut. 


Ada dua sasaran TMMD 109 Kaimana, yakni sasaran fisik berupa pembangunan 8 unit rumah tipe 42 untuk kepentingan warga yang membutuhkan dan sasaran non fisik berupa ragam penyuluhan seperti masalah Covid-19, wawasan kebangsaan (Wasbang), paham-paham radikal/separatis, Kamtibmas, juga tentang perkebunan (tanam singkong).


Selama satu bulan keberadaan dan kegiatan para personel Satgas TMMD 109 ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Distrik Arguni Bawah, Yacob Ruwe dan warga kampung secara keseluruhan. Yacob Ruwe sendiri mempersilakan para personel Satgas TMMD untuk menginap di kantor distrik. “TMMD ini membantu masyarakat, (sekaligus) membangun kebersamaan, meningkatkan solidaritas antara TNI dengan masyarakat. Maka dari itu, saya dan warga dengan senang hati akan bantu,” kata Yacob Ruwe.


Warga Kampung Tanusan bersama personel Satgas TMMD juga sempat memperbaiki masjid yang ada di kampung ini. Kegiatan tambahan ini menunjukkan kepedulian aparat TNI sekaligus memperlihatkan adanya kekompakkan dan eratnya kebersamaan antara para Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD 109 dan warga kampung. Hal ini mendapat apresiasi dari Dahlan Tanggarofa, salah satu Ketua RT di kampung ini. “Saya selaku Ketua RT di Kampung Tanusan ini sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh bapak-bapak TNI. Terima kasih sudah ikut serta membangun kampung kami ini,” ujarnya.


Antusiasme warga Kampung Tanusan menyambut dan mengikuti kegiatan-kegiatan TMMD ini juga dirasakan oleh Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad yang juga mantan Pangdam XVIII/Kasuari Letjen TNI Ali Hamdan Bogra, S.IP., M.Si. saat melaksanakan pengawasan dan evaluasi (Wasev) TMMD Ke-109 yang digelar Kodim 1804/Kaimana, Kodam XVIII/Kasuari. Selaku ketua tim (Katim) Wasev, dalam kunjungannya ke lokasi TMMD ini Letjen Ali Hamdan Bogra juga berharap agar ada lebih banyak kegiatan serupa, khususnya yang secara langsung menyentuh masyarakat di tempat-tempat terpencil dan sulit dijangkau. Sekaligus juga disampaikan saran terkait hambatan dan kesulitan soal pengadaan dan distribusi bahan material untuk kegiatan TMMD 109 Kodim 1804/Kaimana ini.


“Kedepan, apabila TMMD akan dilaksanakan di daerah-daerah yang agak susah materialnya, usahakan paling tidak dua bulan sebelumnya sudah dilakukan pra TMMD dengan komunikasi awal yang baik antara Kodim dan Pemda setempat,” ucapnya.



Tantangan Utama, Distribusi Logistik


Hal penting lain yang menonjol, sekaligus merupakan tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan TMMD Ke-109 Kodim 1804/Kaimana ini adalah soal pengiriman/distribusi bahan material (pendorongan logistik/Dorlog) menuju lokasi TMMD di Kampung Tanusan. Kampung ini hanya dapat dituju melalui jalur perairan (laut) menggunakan kapal. Bahan material diambil dari Kaimana yang berjarak sekitar 100 km dari lokasi.


“Kami butuh waktu 7 hari hanya untuk drop barang,” ungkap Kapten Inf Yosias Waembo, Komandan SSK TMMD 109 Kodim 1804/Kaimana. Yosias menjelaskan bahwa lokasi Kampung Tanusan tidak dapat diakses menggunakan kapal besar. Kalaupun menggunakan kapal kecil (pok pok) dan mendarat di pantai terdekat, namun jarak 700 meter serta tanah yang berbukit/menanjak menuju lokasi kampung justru akan lebih banyak memakan waktu, tenaga, juga biaya. “Sewa kapalnya saja 8 juta (rupiah), belum ongkos bongkar. Kapal ini hanya bisa angkut sedikit-sedikit barang,” jelasnya.



Kemudian diambil keputusan untuk menggunakan kapal yang lebih besar dengan ongkos sewa sebesar 50 juta rupiah untuk sekali jalan. Semua material dapat diangkut sekaligus, termasuk mobil operasional untuk mengangkut material menuju lokasi kampung. Tapi persoalan lain pun muncul, terkait waktu sandar kapal. “Kapal besar (LCT) hanya bisa sandar di Kampung Mandiwa (kampung di sebelah Kampung Tanusan). Itu pun kita masih harus tunggu sekitar 3 hari melihat pasang surutnya air laut,” tambah Yosias. Setelah kapal sandar, para personel Satgas TMMD masih harus mengangkut bahan material bangunan menuju lokasi. 


Hambatan lain muncul sehubungan dengan akses jalan dan jembatan yang rusak berat di sepanjang jalan penghubung dua kampung, Mandiwa dan Tanusan. Mobil operasional untuk mengangkut material pun tidak dapat melewati jalan rusak tersebut. “Mau tidak mau harus kita luangkan waktu bagaimana caranya material itu didorong (dibawa) ke sana (sasaran/lokasi TMMD). Kita perbaiki jalan (dan jembatan) dulu, sehingga waktu kita terbuang disitu,” jelas Yosias. Persoalan ini berlanjut dengan bahan material (batu, pasir) yang sebagian terpakai untuk memperbaiki akses jalan yang rusak. Dari sekitar 1000 batu yang dibutuhkan untuk membangun satu rumah, yang sampai di lokasi kampung berkurang menjadi sekitar 700 batu.


Segala hambatan dan kesulitan di atas tidak menyurutkan tekad dan semangat para personel Satgas TMMD untuk bekerja demi kepentingan masyarakat. Sebanyak 6 unit rumah untuk warga tetap dapat dibangun. Selain itu juga ada perbaikan pada akses (jalan dan jembatan) penghubung antara dua kampung, Mandiwa dan Tanusan. “Saya rasa senang, tentara yang sudah bangun rumah ini. Dulu belum ada rumah, sekarang sudah ada rumah dan bisa tinggal di rumah ini dengan baik. Terima kasih sudah membantu bangun rumah kami,” ujar Salim Tefruam, salah satu warga yang mendapatkan rumah.


Letak kampung yang terpencil, terisolir, dengan sarana yang terbatas dan hanya dapat dicapai melalui transportasi air, demikian yang dapat dikatakan tentang Kampung Tanusan. Pelaksanaan TMMD 109 di kampung ini telah membawa hasil bagi warga kampung. Kebersamaan dan kekompakkan warga dan para personel Satgas TMMD memberi pelajaran kepada warga bahwa hasil yang baik amat mungkin terjadi dengan bekerja sama, saling membantu.



Plt Asisten 1 Setdakab Kaimana Moses Werinusa, S.E. saat menerima penyerahan hasil TMMD dari Dansatgas TMMD 109 Kodim 1804/Kaimana, yang menandai berakhirnya penyelenggaraan TMMD di Kampung Tanusan, Distrik Arguni Bawah, Kabupaten Kaimana, Rabu (21/10/2020) di Makodim 1804/Kaimana mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada TNI yang telah mendukung pembangunan infrastruktur (rumah) di Kampung Tanusan. Moses juga memohon maaf jika dalam TMMD ini dukungan Pemda kurang maksimal, mengingat kondisi (pandemi Covid-19) saat ini dan keterbatasan yang ada di Kabupaten Kaimana. Dirinya berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut demi kepentingan masyarakat yang ada di Kaimana secara keseluruhan.


“Apa yang diberikan mungkin saja jauh dari harapan tetapi ini hanya bantuan. Semoga dapat memberikan motivasi kepada warga masyarakat yang lain, agar dengan kesadaran yang tinggi dapat memanfaatkan ini semua dan dapat menyediakannya sendiri di kemudian hari. Ini sebagai contoh yang baik yang dilakukan untuk masyarakat di Tanusan,” ucapnya.


Segala kegiatan selama TMMD ini telah memupuk niat dan harapan warga untuk hidup lebih baik, sambil terus menjalin kedekatan, tali silaturahmi, dan kemanunggalan dengan para prajurit TNI, utamanya para personel Satgas TMMD Ke-109 Kodim 1804/Kaimana, Kodam XVIII/Kasuari.(Pendam XVIII/Kasuari/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN BARITO UTARA 27 NOVEMBER 2020

debuyandi
Back to Top