-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Friday, 23 October 2020

Wantannas RI: Kapuas Memiliki Ketahanan Pangan Baik, Tetapi Angka Stunting Tinggi

BARITORAYAPOST. COM (Palangka Raya) -Tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI menyatakan, daerah seperti Kapuas di satu sisi melaksanakan ketahanan pangan dengan baik. Tetapi di sisi lain prevalensi stunting tinggi. 


"Jadi, kami putuskan ke Pulang Pisau untuk melihat juga ketahanan pangan di sana, dan bagaimana prevalensi stunting di sana," kata Brigjen TNI Karev Marpaung, salah seorang anggota Wantannas RI saat berlunjung ke Pulang Pisau, dengan didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hamka,  Kamis (22/10/2020).


Tim Setjen Wantannas terdiri atas 5 orang, yakni Brigjen TNI Karev Marpaung, Kolonel Arm Ganef Suwondo, Sri Rahayu Purwaningyyastuti, Kbp Yulias, dan Kolonel Laut (KH) Tantawi Jauhari. 


Tim akan mengadakan Pengkajian Daerah (Kajida) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 20-23 Oktober 2020 guna mendapatkan informasi dan data tentang kondisi ketahanan pangan terkait ketersediaan pangan lokal dengan kandungan gizi baik serta pertumbuhan SDM usia produktif dan usia kerja di daerah.


Sebelumnya, Tim Wantannas telah melakukan dialog dengan Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya yang dalam hal ini diwakili Asisten I Hamka, Selasa (20/10/2020) lalu. Tim juga telah menggelar dialog atau audiensi dengan sejumlah SOPD terkait lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, Rabu (21/10/2020) kemarin.


Selanjutnya hari ini (22/10/2020), Tim Wantannas melakukan dialog dengan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dan meninjau secara langsung lokasi Food Estate di kabupaten tersebut.


“Kami sudah ke Kapuas dan ternyata Food Estate di Kalimantan Tengah ada di 2 kabupaten, yaitu di Kapuas dan Pulang Pisau. Nah, ini yang perlu dikaji. Ada daerah seperti Kapuas misalnya, yang di satu sisi melaksanakan ketahanan pangan dan di satu sisi prevalensi stunting tinggi. Jadi, kami putuskan ke Pulang Pisau untuk melihat juga ketahanan pangan di sana, bagaimana prevalensi stunting di sana. Kami akan mencoba sharing,” papar Karev pekan ini.



Kedatangan rombongan Tim Wantannas ke Kantor Bupati Pulang Pisau disambut Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Saripudin dan unsur Forkopimda setempat. Kemudian, Tim beserta Asisten I Hamka melakukan audiensi dengan Sekda Pulang Pisau dan Forkopimda setempat.


Karev menjelaskan bahwa kajian yang dilakukan Wantannas adalah untuk memastikan bahwa apa yang menjadi Kebijakan Presiden dapat terwujud. "Kami datang ke sini tidak semata untuk melihat ketahanan pangan yang dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau, tapi Wantannas ingin mempelajari, kita dorong, kita tangkap, bagaimana kebijakan Presiden yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024 bisa terwujud," jelas Karev di hadapan jajaran Pemkab Pulang Pisau.


Ditambahkannya bahwa prioritas utama dari semua program pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, termasuk food estate adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu, sasaran kegiatan pengumpulan data, peninjauan lapangan, dan dialog atau audiensi kali ini adalah menciptakan manusia-manusia yang tumbuh dan berkembang secara optimal yang pada akhirnya dapat mewujudkan SDM berkualitas dengan tampilan fisik yang sehat, cerdas, kreatif, dan produktif.


Untuk mewujudkan hal itu, dinilai harus ada upaya peningkatan pangan lokal dan gizi masyarakat karena permasalahan pangan lokal dan gizi masyarakat di daerah sangat mempengaruhi pertumbuhan diri pada SDM usia produktif dan usia kerja.


Sasaran Kajida lainnya adalah menyiapkan SDM berkualitas. Dalam hal ini, peran serta pemerintah dan masyarakat dinilai sangat menentukan dalam upaya peningkatan pemenuhan gizi dan pangan lokal terhadap masyarakat di daerah. (yes/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top