-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Friday, 13 November 2020

2021, UMK Barito Utara Ditetapkan Rp3,3 Juta

BARITORAYAPOST.COM (Muara Teweh) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut), menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk 2021 sebesar sebesar Rp3.307.767 per bulan, dalam rapat dewan pengupahan, ruang rapat Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM, Kamis (12/11/2020).

UMK yang berlaku mulai 1 Januari 2021 ini nantinya akan disosialisasikan kepada pihak perusahaan dan masyarakat. 

Penetapan UMK Barito Utara tahun 2021 ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Rapat penetapan UMK Barito Utara tahun 2021 ini dilaksanakan di ruang rapat Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Kopierasi dan UKM Barito Utara, Kamis (12/11/2020).

Penetapan UMK Barito Utara tahun 2021 ini ditetapkan dalam sidang dewan pengupahan yang dihadiri Plt Kepala DisnakertransKop dan UKM, M Mastur, Kepala BPS Ahmad Nasrullah, Kabid Ketenagakerjaan, Sudirman, Kabag Kesra Setda Barito Utara H Dharma Riyadi, Kabid Perdagangan Juni Rantetampang.

Juga dasi SPSI Barito Utara, Apindo Barito Utara serta pihak perusahaan pertambangan dan undangan lainnya.

Plt Kadis NakertransKop dan UKM Barito Utara M Mastur mengatakan penetapan UMK dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/546/2019 tanggal 21 November 2019.

UMK tahun depan disepakati sebesar Rp3.307.767 per bulan. Ditetapkannya UMK tahun 2021 ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor : M/11/HK.04/X/2020 tentang penetapan upah minimum tahun 2021 pada masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, kataMastur, surat edaran Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya, yang menyebutkan bahwa dalam penetapan nilai upah minimum kabupaten/kota tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum kabupaten/kota tahun 2020.
“Jadi, UMK Barito Utara tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp Rp3.307.767 per bulan.
 
Ditetapkannya UMK Barito Utara ini disesuaikan dengan kondisi saat ini. Karena pancemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh termasuk didalamnya membaya upah,” kata Mastur.

Hal ini juga, jelasnya, dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja bagi pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. (Ab/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN BARITO UTARA 27 NOVEMBER 2020

debuyandi
Back to Top