-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Wednesday, 18 November 2020

Direktur RSUD Tamiang Layang Tegaskan, Rapid Test dan Swab dikenakan Biaya Sesuai Kemenkes. Untuk yang Gratis Ini prosedurnya!

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, dr. Jimmi WS Hutagalung


BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) -
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur (Bartim)  Provinsi Kalimantan Tengah, Jimmi WS Hutagalung, tegaskan bahwa untuk pasien yang melakukan Rapid test maupun Swab dikenakan biaya sesuai dengan aturan yang disampaikan Kementrian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara meluas.

Rapid Test atau disebut metode pemeriksaan/tes secara cepat didapatkan hasilnya dengan menggunakan alat catridge kepada pasien yang diduga mengalami gejala terpapar coronavirus desaese tahun 2019 (Covid- 19), sesuai dengan edaran Kemenkes RI untuk biaya Rapid test bekisar Rp. 150.000 dan untuk Swab atau cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan (sampel) atau juga Swab yang dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings ini dikenakan biaya berkisar Rp.990.000 se- Indonesia.

Adapun pasien yang bisa mendapatkan Rapid Test maupun Swab secara gratis alias tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun dapat dilaksanakan secara massal sesuai dengan pelaksanaan yang dilakukan dari Pemerintah melalui Dinas Kesehatan atau pihak-pihak pelaksana lainnya sesuai prosedur.

Terkait adanya keluhan pasien yang dikenakan biaya. dr. Jimmi, selaku Direktur RSUD TL menyikapi adanya informasi yang beredar bahwa biaya Rapid Test dikenakan biaya melebihi dari aturan Kemenkes dengan dugaan Sejuta lebih. Hal tersebut di jelaskan bahwa kabar tersebut hanya kesalahpahaman antara pasien dengan petugas yang menanganinya.

"Kabar tersebut hanya mis komunikasi, yang kemungkinan pasien tidak mendengar jelas penyampaian dari petugas," ucap Jimmi saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya. Rabu (18/11/202/).

Untuk Rapid test mandiri atau meminta dilakukan Rapid test mandiri, misalnya ada orang yang ingin berpergian ke luar daerah menggunakan pesawat dan sebagainya maka harus ada hasil Rapid Test atau ingin bekerja di perusahaan, maka harus membayar dengan biaya sebesar Rp.150.000;. Sedangkan Sweb dikenakan biaya hampir 1 juta, lanjutnya.

Kepala Biro Bartim media online Baritorayapost.com Yovan C Piay, saat melakukan klarifikasi di Kantor RSUD Tamiang Layang, Rabu (18/11/2020).


"Jadi informasi yang mengatakan biaya Rapid Test hingga jutaan tersebut, hanya miskomonisi saja, mungkin salah penyampaian, jadi hal tersebut tidak benar," terang Jimmi.

Dirinya juga menjelaskan apabila ada pasien umum yang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), maka akan dilakukan Rapid Test untuk antisipasi agar petugas tidak tertular bila ada dugaan pasien terpapar Covid- 19.

"Pasien di IGD harus dilakukan Rapid Test dan biaya ditanggung untuk pasien umum sebesar Rp.150.000; sedangkan untuk pasien yang menggunakan BPJS tidak dikenakan biaya alias gratis, karena biayanya akan dijamin melalui BPJS," jelasnya. 

Kemudian untuk pasien umum yang di IGD, apabila ada gejala Covid- 19 setelah dilakukan Rapid Test maka akan dilakukan pengambilan sampel untuk Swab dan dikirim ke Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, untuk biaya SWAB ini itu ditanggung oleh pemerintah daerah, artinya warga yang di Swab tidak bayar alias gratis.

"Jadi tidak benar kalau biaya Rapid Test itu sampai jutaan rupiah, karena kita mengikuti standar sesuai apa yang dikeluarkan oleh Kemenkes yaitu Rp.150.000; untuk se Indonesia," tegasnya.

Sedangkan untuk swab mandiri, biayanya Rp. 999.000 standarnya, namun tergantung masing - masing Rumah Sakit untuk biayanya dan tergantung pelayanan, ada yang bisa dipanggil kerumah atau langsung ke Rumah Sakit, ada batas nominalnya. Dan untuk pasien di Bartim semua Swab gratis.
 
"Untuk Tn. TT yang saat sedang dalam penanganan, penapasannya agak terganggu ada kontak erat deng guru yang positif, terus demam, makanya kita pindah keruang isolasi atas persetujuan Tn. TT dan istrinya," ungkap Jimmi.


Sudah kita lakukan swab sebanyak dua kali, sambil  menunggu hasil Swabnya keluar, Tn. TT karena pasien umum maka biaya Rapid Test berbayar sebesar Rp. 150.000, sedangkan untuk biaya Swab nya gratis.

Direktur RSUD TL ini juga mengatakan bahwa untuk pelayanan SWAB mandiri di RSUD Tamiang Layang masih belum bisa, karena tidak ada laboratorium untuk memeriksa pasien, maka pihaknya hanya mengirim hasil sampel Swab ke Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, seperti pasien terindikasi Covid- 19.

"Kita masih belum memiliki alat atau laboratorium untuk Swab, sedangkan ruang isolasi penanganan pertama ada disini, dan kemudian ada juga di isolasi tempat yang sebelumnya kantor Dinkes dan Rusunawa. Kita berikan pelayanan semaksimal mungkin," pungkasnya.(YCP/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top