-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Sunday, 8 November 2020

Kejari Cilacap Limpahkan Kasus Korupsi Rp 4,1 M Pertamina ke Pengadilan Tipikor

BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap, Jawa Tengah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi jasa labuh PT Pertamina Marine Regional IV dengan tersangka Andriyanto.

Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Timotius Tri Ari Mulyanto melalui Kasi Intel Kejari D Purnama mengatakan, Kejari melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan perkara dugaan tindak pidana korupsi atas nama Andriyanto bin Mukro ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang.

“Saudara Andriyanto diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran atau dana jasa pelabuhan tahun 2018 di PT Pertamina RU IV Cilacap Fungsi Marine dengan kerugian sekitar Rp 4 miliar lebih,” katanya, Jumat (06/11/2020) saat konferensi pers di Aula Kejari Cilacap.

D Purnama menambahkan, untuk jaksa yang menangani, sesuai dengan Surat Perintah P 16 A yakni T Tri Ari Mulyanto, Muhammad Hendra Hidayat selaku Kasi Pidsus, dan Jaksa Penuntut Umum Agus Suhartanto, Arif Nurhidayat, Sudarsono Hari Prasetyo, dan Santa Novena Kristi.


“Kemungkinan untuk jadwal sidang akan dilaksanakan satu minggu setelah dilimpahkan," katanya. 

Jadi, apabila dilimpahkan hari Jumat (06/11/2020) biasanya sidang perdananya Kamis (12/11/2020) atau Senin (16/11/2020).

Ia mengungkapkan, setelah beberapa kali Andriyanto dipanggil oleh Tim Penyidik Kejari Cilacap tidak pernah hadir, sehingga tersangka ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), dan tersangka berhasil ditangkap oleh Tim Penyidik Kejari Cilacap.

“Penangkapan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penangkapan dari Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Nomor Prin 46/M.3.17/FD.1/ 08/2020 tanggal 4 Agustus 2020. Jadi setelah ditetapkan DPO, tersangka Andriyanto ditangkap pada 4 Agustus 2020,” jelasnya.

Setelah dilakukan penangkapan, lanjutnya untuk memperkuat tindak pidana pelaku tentunya masih diperlukan alat bukti. Salah satu unsurnya adalah kerugian negara, baru kemudian dilimpahkan tahap kedua. (est/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN BARITO UTARA 27 NOVEMBER 2020

debuyandi
Back to Top