-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Friday, 13 November 2020

Saat Pemungutan Suara, Tiba-tiba ada Warga di Gumas Jatuh dan Pingsan

 

BARITORAYAPOS.COM (Kuala Kurun) – Menjelang Pilkada Tahun 2020, berbagai langkah serta antisipasi ditengah pandemi covid -19, sebagai langkah awal yang dilakukan KPPS bersama Polres Gunung Mas (Gumas) dan Bawaslu setempat.


Namun pada saat pemungutan suara, dimulai, dari sekian banyak masyarakat ikut menjadi pemilih. Ternyata, ada saja ulah dari warga, bahkan sejak dilakukan pencoblosa pengabilan kartu suara ada KTP ketinggalan dan ada pula yang tiba-tiba pingsan saat pemungutan berlangsung.


Hal itulah membuat, kegiatan itu sontak berubah menjadi heboh serta kisruh. Padahal, itu bagian dari rangkaian simulasi saja yang dilaksanakan dari Polres Gumas.


Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman SIK mengatakan bahwa rangkaian itu hanya simulasi Pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Prosedur Pencoblosan Surat Suara di TPS, Dalam Rangka Ops Mantap Praja Telabang 2020 bertempat di Aula Patria Tama Polres Gumas. Kamis, (12/11/2020) siang.


Kegiatan simulasi diikuti oleh pewakilan dari PPK Kecamatan Kurun serta seluruh personel Polres Gumas yang nantinya akan melaksanakan tugas pengamanan TPS dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng dalam Pilkada serentak tahun 2020.


Dalam kegiatan simulasi pengamanan TPS tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, S.I.K., bersama dengan Perwakilan KPU Kab. Gumas dan Bawaslu Kab. Gumas. 


Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, S.I.K., melalui Kabag Ops AKP Aries Nugroho, S.H., S.I.K.,  mengatakan kegiatan simulasi yang dilaksanakan antara lain Prosedur pencoblosan surat suara di TPS, mulai mencuci tangan sebelum masuk TPS, mencoblos surat suara dibilik suara, memasukkan surat suara di kotak suara, penetesan tinta tanda telah mencoblos di jari tangan dan keluar TPS serta mencuci tangan kembali.


Penerapan Protokol Kesehatan di TPS berupa pemeriksaan suhu tubuh (maksimal 37,3°, apabila lebih akan ditempatkan pada bilik khusus), penggunaan masker, menjaga jarak 1 meter.


“Penekanan kepada petugas pengamanan TPS (dari Polri), agar senantiasa mengikuti prosedur pengamanan TPS yang berlaku dan dilarang masuk kedalam TPS.” jelas Kabag.

    

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, personil yang melaksanakan simulasi telah memahami dan mampu melaksanakan prosedur pengamanan di TPS. (Hms/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN BARITO UTARA 27 NOVEMBER 2020

debuyandi
Back to Top