-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Thursday, 19 November 2020

Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung Bantah Terlibat Sewa Alat dan Land Clearing Kebun Sawit PT. BCL. Siapa Jual Jasa ke PT ABC?

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) -
Untuk diketahui bersama bahwa pada sidang kelima Kamis (22/10/2020) di Pengadilan Negeri Kelas II Tamiang Layang, antara PT. Bhadra Cemerlang Lestari (BCL) selaku penggugat dengan PT. Aljabri Buana Citra (ABC) tergugat I dan Junaidi alias Junai tergugat II. Agenda sidang mendengarkan jawaban pihak tergugat.

Dari jawaban pihak tergugat menyeret nama masyarakat adat terlibat penyewaan alat berat hingga land clearing. Baru setelah land clearing dilakukan pihak masyarakat adat, pihak tergugat I membebaskan lahan seluas 24 hektare, pada tanggal 20 juli 2020.

Menyikapi jawaban tergugat I yang terungkap di Persidangan Pengadilan Negeri Kelas II Tamiang Layang menyeret masyarakat adat terlibat menyewa alat berat dan land clearing tanaman sawit PT. Bhadra Cemerlang Lestari (BCL) anak perusahaan Astra, Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung, Aranto dan Arlin membantah dan menyatakan sikap Jumat (30/10/2020).

Isi pernyataan sikap:

Pertama tidak mengetahui adanya penyewaan alat berat, sehingga tidak ikut bertanggung jawab.

Kedua tidak mengetahui adanya Land Clearing atau perobohan tanaman sawit PT. BCL.

Ketiga Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung hanya bertanggung jawab pada pembebasan lahan tanggal 18 September 2020 seluas 13 Ha. Bukan tanggal 7 Juli 2020 dan bukan juga 24 Ha sebagai mana jawaban tergugat I yang terungkap di Persidangan.


Dipertegas lagi oleh Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung pada rapat Tim yang dihadiri Mantir Adat Desa Kotam, Wakil-wakil Ketua Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung, Anggota Tim dan Penghulu Adat Desa Kotam, Senin (2/11/2020) sebelum sidang Pembacaan duplik oleh tergugat, Tim Tanah Ulayat kembali menegaskan bahwa mareka tidak mengetahui atas penyewaan alat berat, tidak mengetahui Land Clearing atau perobohan tanaman sawit PT. BCL. "Dan sekecil apa pun persoalan antara PT. BCL dengan PT. ABC jangan melibatkan Masyarakat Adat,"  tegas Aranto.

Berdasarkan jadual dan agenda sidang, kemarin Selasa (17/11/2020) merupakan pembacaan Duplik dari tergugat setelah pada sidang sebelumnya Kuasa Hukum tergugat Yusuf Ramadhan, SH.MH meminta maaf kepada Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Tamiang Layang, yang juga sebagai Hakim Ketua Deni Indrayana, SH.,MH, bahwa pembacaan Duplik belum bisa dilaksanakan karena materi belum siap.

Lagi-lagi kemarin (17/11/2020) Kuasa Hukum tergugat Rethan Yusandi, SH, memohon maaf kepada Ketua Pengadilan Negeri Kelas II Tamiang Layang, Deni Indrayana, SH.,MH di ruang tunggu menyampaikan bahwa ternyata pihak tergugat tidak mengajukan Duplik dan tetap berpegang dengan jawaban pada sidang bantahannya tanggal 22 Oktober 2020.


Jika disimak dari agenda dan jawaban tergugat pada sidang terdahulu, bisa dimungkinkan ada pelaku lain dalam perkara ini.  Baik sebagai pemilik alat berat, penyewa alat berat, penjamin Land Clearing, dan Operator alat berat yang meroboh tanaman sawit PT. Bhadra Cemerlang Lestari (BCL).

Pertanyaannya, siapa yang telah menjual jasa sewa alat berat dan land clearing mebongkar 12,8 hektare kebun sawit milik PT BCL?  Hanya management PT ABC yang tahu!. (dun/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN BARITO UTARA 27 NOVEMBER 2020

debuyandi
Back to Top