-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Monday, 2 November 2020

Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung Minta Jangan Dilibatkan Dalam Sengketa Antara PT BCL dan PT ABC

BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) -
Sidang Perkara Perdata Nomor 28/Pdt.G/2020/PN.Tml antara PT Bhadra Cemerlang (BCL) selaku penggugat dengan PT Aljabri Buana Citra (ABC) selaku tergugat l dan Junaidi alias Junai selaku tergugat ll sudah berlangsung yang ke-6 kali. 

Sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kelas ll Tamiang Layang  tanggal 5 November 2020 merupakan sidang mendengar replik dari penggugat.

Dalam sengketa perdata ini, masyarakat adat yang berada di bawah naungan Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung minta agar tidak dilibatkan. Mengingat, dalam proses persidangan tersebut, masyarakat adat  disebut-sebut terlibat dalam pengrusakan kebun kelapa sawit. 


Untuk diketahui perkara perdata ini akibat pengaduan dari PT BCL  ke Polres Barito Timur, akibat adanya dugaan pengrusakan tanaman sawit oleh tergugat l dan tergugat ll. Hal ini disampaikan oleh CDO PT Bhadra Cemerlang Lestari (BCL) Budi W di kantor induk PT BCL Desa Hayub, selasa (4/8/2020) bahwa menyatakan atas perkara pengrusakan tanaman sawit sudah dilaporkan ke Polres Bartim.


"Perkara perusakan tanaman sawit milik PT BCL seluas lebih kurang 12 hektare sudah kita lapor ke Polres Bartim, dan terkait batu bara yang diangkat oleh PT ABC saat ini bukan dari HGU PT BCL" tegas Budi.


Dengan beberapa kali sidang di Pengadilan Negeri Kelas ll Tamiang Layang Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung, Arlin dan Aranto menjelaskan kepada wartawan baritorayapost.com dan membuat pernyataan tanggal 30 Oktober 2020 bahwa mereka tidak mengetahui adanya penyewaan alat berat, tidak mengetahui adanya  land clearing, tidak mengetahui adanya jual beli lahan  24 Ha.





"Kami hanya ikut bertanggung jawab kepada tanah seluas 13 Ha, dari luasan 565 Ha yang dilepas tanggal 18 september 2020," kata Aranto.  


Lebih lanjut kepada wartawan media ini Aranto usai memimpin musyawarah Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung di rumah Penghulu Adat Kotam, Senin (2/11/2020) menuturkan bahwa mareka telah mengambil kesimpulan dan menyatakan: 
 
Pertama, tidak mengetahui adanya tokoh masyarakat atau tokoh adat atau pihak lain yang terlibat dalam penyewaan alat berat serta melakukan land clearing lahan atau tanaman sawit PT BCL. 

Kedua, mendukung investor berinvestasi di lokasi tanah ulayat Bawoy Udung,

Ketiga, menjamin pihak PT ABC melaksanakan aktivitasnya di lokasi lahan seluas 13 Ha. 

Keempat, terkait sengketa antara PT BCL dan PT ABC saat ini,  pihak Tim Tanah Ulayat Bawoy Udung sekecil apa pun jangan dilibatkan. Aranto pun menjelaskan ada sekitar 15 orang masyarakat tanah ulayat Bawoy Udung dari 281 yang ikut bekerja pada PT. ABC. (dun/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

UPDATE TERBARU SEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN BARITO UTARA 27 NOVEMBER 2020

debuyandi
Back to Top