-->

Friday, 22 January 2021

Diduga Lecehkan dan Menghina Ketua DAD Bartim pada YouTube, M Zaing P, Dijatuhi DKA Sanksi Adat

BARITORAYAPOST. COM (Tamiang Layang) - Dimana tanah dipijak disitulah langit dijunjung, demikian kata bijak yang berlaku di setiap kita berada. Namun, kata bijak ini terkadang tercoreng akibat ulah segelintir orang yang belum bisa memahami arti dan makna semboyan itu dalam pemahaman dan praktiknya di lapangan. 


Seperti yang terjadi di Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, ada sebuah vidio YouTube yang diunggah pada 20 November 2020 lalu tersebut, dengan durasi 7,37 menit itu telah viral. 


Vidio unggahan YouTube yang diduga telah dibuat dan diduga juga telah diviralkan oleh M Zaing P tersebut dinilai keempat orang Damang Kepala Adat (DKA) tersebut diduga telah menghina dan melecehkan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bartim Ampera AY Mebas.


Empat orang DKA yang berkesimpulan dan sepakat tersebut yakni, DKA Paju Sepuluh atas nama Elitson, Pj DKA Benua Lima atas nama Rudek Udir, Pj DKA Paku Karau atas nama Eben Tube, dan DKA Paju Epat atas nama Dalios.

Keempat orang DKA tersebut pada Senin, (04/01/2021) kemarin menilai dan berkesimpulan atas unggahan vidio M Zaing P pada YouTube tersebut sebanyak lima point:

  1. Pemberitaan melalui Media Sosial oleh saudara M Zaing P terhadap Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Bartim Ampera AY Mebas pada Tanggal 20 November 2020 adalah pelecehan dan penghinaan.
  2. Kesepakatan Empat Damang membuat surat panggilan untuk Klarifikasi kepada saudara M Zaing P.
  3. Memanggil M Zaing P untuk disidang Adat.
  4. Para Damang sepakat menjatuhkan Denda Adat.
  5. Saudara M Zaing P membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi keselahan yang sama.
Dalam berita acara lima point dimaksud diatas telah ditandatangani DKA Paju Sepuluh atas nama Elitson, Pj DKA Benua Lima atas nama Rudek Udir, Pj DKA Paku Karau atas nama Eben Tube, dan DKA Paju Epat atas nama Dalios.


Menurut Koordinator Empat Damang, Elitson, yang berhasil diwawancarai Wartawan Media Online Baritorayapost.com, mengatakan, bahwa hari ini berdasarkan kesepakatan keempat DKA, pihaknya melaksanakan klarifikasi kepada saudara M Zaing P ditempat ini. Namun kegiatan itu belum bisa dilaksanakan karena M Zaing P tidak bisa hadir.

Ketidak hadiran M Zaing P tersebut dalam kegiatan adat dimaksud, lantaran surat panggilan belum diterima yang bersangkutan. Walaupun pihak DKA sebenarnya sudah berupaya sejak beberapa hari yang lalu mengantarkan surat tersebut.

Akan tetapi, upaya pihak DKA yang mengantarkan surat tersebut kepada M Zaing P tidak berhasil lantaran yang bersangkutan tidak berada di tempat atau di (Studio Radio Suara Monica FM) di Tamiang Layang.

"Surat yang diantar itu berdasarkan surat nomor 003/DKA-BS-SKBT/I/2021 Tanggal 16 Januari 2021 bahwa hari ini Kamis (21/1/2021) pukul : 09:00 WIB sampai selesai bertempat di Lewu Hante Taniran Pasar Panas melaksanakan klarifikasi kepada sdr M Zaing P," ucapnya, Kamis kemarin, tepatnya (21/01/2021) di Lewu Hante, Desa Taniran, Kecamatan Banua Lima, Kabupaten Bartim.

Tidak sampai disitu saja, pihaknya juga berupaya melakukan komunikasi via telepon seluler dengan M Zaing P terkait perihal pengantaran surat itu melalui pihak Batamad, selaku pelaksana mengantarkan surat tersebut.

"Namun upaya tersebut juga tidak berhasil, sehingga kegiatan yang dilaksanakan menjadi tertunda," bebernya.

Elitson juga berharap M Zaing P harus bertanggung jawab lahir dan bathin serta mampu menguraikan semua narasi - narasi secara fakta sebagaimana isi content YouTobe yang di buat tersebut berdasarkan fakta.

"Kami nanti akan membuat surat susulan kepada sdr M Zaing P sebagai surat panggilan kedua, jika pada panggilan kedua yang bersangkutan tidak bisa hadir maka kami tetap membuat surat panggilan ketiga," bebernya lagi.


Foto Batamat Bartim menyambangi kediaman M Zaing P untuk mengantar surat panggilan empat DKA. Namun, lantaran bersangkutan tidak berada di tempat akhirnya surat panggilan klarifikasi empat DKA tersebut diletakkan dibawah pintu depan M Zaing P.

Sementara, Wertalmanto (57), salah satu pelapor M Zaing P ke pihak Polres Bartim dan KPI Daerah Kalteng mengharapkan yang bersangkutan tersebut agar kooperatif dengan menghadiri panggilan empat DKA terkait persoalan itu.

"Agar persoalan tersebut cepat selesai," demikian pungkasnya. 

Sekedar informasi, hingga berita ini dinaikan, media ini sudah berupaya mengkonfirmasi M Zaing P melalui telepon seluler via pesan singkat WhatsApp, namun belum ada jawaban. (Dun/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top