-->
SELAMAT DATANG DI WEBSITE MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM|

Thursday, 14 January 2021

Dinilai Mencemarkan Profesi Wartawan, Kadis PUPR Bartim Dilapor ke Dewan Pers

Wartawan Baritorayapost. com berfoto bersama dengan Kadis PUPR Bartim Jumail usai wawancara pada Senin (4/1/2021) belum lama.


BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) - Kepala Dinas PUPR Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Jumail dilaporkan oleh wartawan Baritorayapost.com Mardianto Kadun ke Dewan Pers.  

Pelaporan itu dilakukan melalui Ketua Dewan Redaksi sekaligus penanggungjawab perusahaan pers Baritorayapost.com tempat dia bekerja. 

Alasan pelaporan, oleh karena Kadis PUPR Bartim Jumail membantah bertemu dengan tiga orang wartawan yang memberitakan pernyataan Jumail bahwa proyek pengerjaan jalan ruas Dayu - Muara Plantau hanya rampung 82 persen. Dan oleh karena itu perusahaan kontraktor CV Rifki Putra bakal mendapat sanksi blacklist. Pernyataan Kadis PUPR ini dimuat di media Baritorayapost.com pada Senin, 4/1/2021 lalu.

Bantahan ketemu wartawan itu disampaikan Jumail kepada pihak kontraktor CV Rifki Putra melalui chating media sosial WhatsApp (WA). 

Chating bantahan ketemu dan memberikan statemen kepada wartawan itu beredar luas, dan sampai pula ke tangan wartawan Baritorayapost.com yang sebelumnya wawancara Jumail bersama dua wartawan media lain. 

Sesuai permintaan Kadis PUPR, para Wartawan menemui petugas teknis Bina Marga untuk mencocokkan data proyek yang hanya rampung 82 persen tersebut.


"Ini bentuk penghinaan pada profesi kami sebagai wartawan. Jelas sekali hari Senin (4/1/2021) saya Mardianto Kadun dari Baritorayapost.com, Dw dari SKU BKN dan Hn  dari Tabloid Gerhana di Kantor PUPR Bartim konfirmasi terkait jalan Dayu - Muara Plantau.

Entah ada apa dan kenapa melalui WA, Jumail kepada orang dari CV Rifki Putra berinisial EN menyatakan tidak pernah ketemu dengan wartawan. Sementara jelas ada rekaman gambar saat wawancara," kata Mardianto. 

Screenshot pernyataan Jumail kepada EN pun tersebar di medsos dan sampai pula ke tangan para wartawan tadi.

"Atas pernyataan  Kadis PUPR di medsos ini membuat saya dipojokkan. Saya sebagai jurnalis sangat dirugikan secara moral. Kami sangat direndahkan. Secara terpaksa saya melaporkan soal ini ke Dewan Pers Republik Indonesia melalui Pimpinan kami di Baritorayapost.com untuk mendapatkan perlindungan profesi. Selanjutnya kami serahkan kepada Dewan Pers untuk menindaklanjutinya ke ranah hukum," lanjut Mardianto Kadun. (yes/red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top