Kecewa Tak Dilibatkan dalam Pembahasan, Perwakilan Warga Winong Datangi DPRD

  • Whatsapp

BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) – Enam orang perwakilan warga Dusun Winong, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (26/1/2021) siang mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Cilacap. Kedatangan mereka didampingi Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL) dan berencana menemui Pansus IV terkait Perubahan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dusun Winong menjadi wilayah peruntukan industri, yang awalnya merupakan wilayah persawahan.

Warga Winong berpendapat, pembahasan perubahan RTRW seharusnya melibatkan aspirasi masyarakat Dusun Winong, namun ketika legislasi tersebut bergulir warga sama sekali tidak pernah dilibatkan. 
Oleh karena itu, merasa disepelekan, warga Winong kecewa dan mereka mendatangi Gedung DPRD guna bertemu dengan Ketua Pansus IV, Didi Yudi Cahyadi dari Fraksi PKB.
Tetapi, Didi tidak dapat menemui warga karena sedang ada kegiatan peninjauan kerja. Sehingga warga merasa kecewa, meskipun niat awal menyerahkan surat penolakan berkait RTRW Winong tersampaikan melalui Sekretaris DPRD Cilacap, Soemaryo.
Soemaryo usai menerima surat penolakan yang diberikan perwakilan warga Winong mengatakan, pihaknya tidak dapat memenuhi keinginan warga karena anggota DPRD sedang ada kegiatan peninjauan kerja dan sebagian mengikuti acara Musrenbang di kecamatan-kecamatan, sehingga anggota banyak yang tidak di tempat. 
“Saya tidak bisa memutuskan apa-apa, dan hari ini juga tidak ada jadwal rapat pansus. Jadi anggota banyak yang melakukan PK dan sebagian mengikuti Musrenbang di kecamatan-kecamatan,” ungkap Soemaryo. 
Dan ia menolak menjawab langkah-langkah yang harus dilakukan usai menerima berkas tersebut. “Nanti saya sampaikan kepada Ketua Pansus IV,” tandasnya.
Menurut Bagus Ginanjar dari FMWPL, perwakilan warga datang ke Gedung DPRD untuk meninjaklanjuti aksi mereka yang digelar pada 23 Desember 2020 lalu di depan pendopo kabupaten. 
“Kami menolak adanya perubahan RTRW yang dilakukan pemerintah dan kini sedang dibahas oleh Pansus IV DPRD Cilacap, di mana adanya perubahan atas wilayah Dusun Winong menjadi peruntukan industri, yang semula merupakan area persawahan. Dari investigasi kami menunjukkan bahwa wilayah Winong akan menjadi wilayah perluasan PLTU,” ujarnya.
Bagus menegaskan, pihaknya mengirimkan surat penolakan agar permintaan warga direspons pemerintah. Sebab, saat ini warga merasa terancam sawah mereka berubah menjadi industri.
Novi Kurniati, salah satu warga Winong mengatakan bahwa ia merasa kecewa karena tidak dilibatkan dalam pembahasan RTRW. Dan kedatangannya ke DPRD untuk melakukan penolakan atas rancangan RTRW tersebut. 
“Mestinya adanya aturan yang menyangkut masyarakat, masyarakat dilibatkan dalam pembahasannya. Kami kecewa karena warga Winong tak dilibatkan,” kata Novi. 
Ditanya jika warga tetap tak dilibatkan, ia mengaku akan terus melakukan investigasi. “Dan jika diabaikan, tak ada salahnya kami melakukan (demo) lagi,” tandas Novi. (est)

Pos terkait