-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA | MENGUCAPKAN "SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2020 & TAHUN BARU 01 JANUARI 2021" |

Sunday, 3 January 2021

Kepolisian Mediasi Damai Kasus Pemukulan Oknum Anggota DPRD Barsel Terhadap Wartawan

BARITORAYAPOST. COM (Buntok) - Polres Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah memfasilitasi mediasi damai antara oknum Anggota DPRD setempat berinisial AN dengan wartawan Baritorayapost.com atas nama Amar Iswani.

Mediasi damai tersebut terkait kasus oknum anggota dewan yang diduga hendak memukul wartawan Baritorayapost.com menggunakan tongkat bisbol pada 24 November 2020 lalu.

Dalam mediasi yang berlangsung di Mapolres Lama di Jalan Tugu di Buntok, Sabtu (02/01/2021) tersebut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Barsel, AKP Yonals Nata Putera dan beberapa jajarannya. Dihadiri pula  oknum anggota dewan Barsel AN serta wartawan Baritorayapost, Amar Iswani.

Mediasi tersebut berlangsung kurang lebih satu jam, yakni dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB itu oknum AN membacakan permintaan maaf dalam mediasi tersebut kepada korban AI. Diberikan kesempatan waktu berfikir sebelum kasus tersebut dilanjutkan ke jenjang selanjutnya hingga Senin, (04/01/2021).

Adapun kronologis kejadian bermula pada Tanggal 24 November 2020 lalu ketika AI sedang melaksanakan tugas kewartawanan di Gedung DPRD Barsel untuk melakukan peliputan rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sekitar pukul 11.13 WIB bersama rekan - rekan media yang sedang duduk santai di cafetaria dewan setempat.

Tiba - tiba oknum Anggota Dewan Barsel berinisial AN turun dari lantai 2 gedung dewan setempat yang saat itu sedang melaksanakan rapat tertutup. Sambil melintasi rekan media menuju ruang fraksi gabungan di lantai 1 gedung dewan setempat.

Dari arah ruang gedung fraksi gabungan DPRD Barsel tersebut oknum AN keluar membawa tongkat bisbol mendatangi rekan - rekan wartawan sambil mencari AI.

Saat itu, tongkat bisbol tersebut sempat ditodongkan serta disodok ke arah muka AI sebanyak satu kali, namun secara reflek sodokan tongkat bisbol tersebut sempat ditangkis menggunakan telapak tangan sehingga tidak mengenai bagian wajah AI.

Tidak cuma itu saja, oknum AN sempat mengacungkan tongkat bisbol dengan bermaksud memukulkan benda tongkat bisbol ke arah AI dan secara reflek  rekan wartawan bernama Syarif Hidayat dengan sigap melerainya, sehingga korban AI tidak terjangkau sabetan tongkat bisbol yang terbuat dari logam tersebut. 

"Awalnya, ketika AN turun dari ruang rapat dilantai 2, dan melintas di depan sejumlah wartawan," kata Syarif Hidayat yang merupakan wartawan senior dan menjabat sebagai Wakil Ketua PWI Barsel.

Ketika AN melintas, lanjut Syarif, dirinya sempat menyapa AN dan setelah dijawabnya, yang bersangkutan berlalu. Kemudian AN datang dan menanyakan siapa wartawan bernama AI sebanyak 3 kali yang mana tangan oknum anggota dewan itu memegang tongkat pemukul bola bisbol.



"Setelah mengetahui wartawan bernama AI, oknum AN sempat mengayunkan tongkat bisbol itu untuk memukul ke arah AI dan saya sempat melerainya, sehingga tidak terjadi kejadiannya," ucap Syarif Hidayat yang disaksikan wartawan yang berada di sekitar kejadian itu.

Kemudian lanjut dia, AN mengatakan "apa ikam umpat-umpat" menggunakan bahasa Banjar yang artinya kenapa kamu ikut-ikut sambil mendorong saya sambil memegang tongkat bola bisbol, dan setelah itu berjalan menjauh kembali masuk ruang rapat fraksi gabungan.

Kejadian itu sempat divideokan oleh wartawan bernama Sebastian Tampeto yang berada tempat kejadian. Sementara korban AI mengatakan, dirinya tidak mengetahui penyebab yang bersangkutan hendak memukul dirinya.

"Pada saat itu, Adiyat Nugraha mengatakan kenapa kamu meng-'add' atau meminta pertemanan akun facebook istrinya. Padahal saya tidak tahu dan tidak kenal dengan istri yang bersangkutan," kata AI.

"Atas kejadian ini saya mengalami trauma baik mental dan psikologis. Dan yang pasti saya juga tidak bisa bekerja dengan baik.  Saya berharap agar kasus ini ditindak serius oleh aparat kepolisian dengan seadil - adilnya, sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini," demikian pungkas AI. (yes/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top