-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA |

Wednesday, 13 January 2021

Masih Ada Kejadian Serupa di Bartim yang Merugikan Masyarakat Terkait Robohnya Jembatan saat Truk Bermuatan Bahan Material Melintas


BARITORAYAPOST.COM (Tamiang Layang) -
Lagi-lagi kejadian serupa yang merugikan masyarakat setempat karena akses utama penghubung jalan terputus, sehingga menghambat aktifitas warga yang sehari-hari mengandalkan Jembatan yang berada di Desa Muru Duyung, Kecamatan Pematang Karau, kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah. Insiden Jembatan roboh tersebut terjadi saat Truk dengan merk Fuso berwarna kuning dengan Nopol DA 0499 FE bermuatan bahan material melintas pada hagi Selasa 12 Januari 2021.

Hal serupa yang lagi-lagi berdampak kepada masyarakat pengguna jalan, namun belum diketahui penyebab yang bisa di jelaskan secara real, entah faktor usia jembatan tersebut atau kurangnya pengawasan dari instansi sehingga terulang lagi insiden robohnya Jembatan akibat Truk yang bermuatan melebihi kapasitas tanpa perhitungan melewati jembatan.

Pasalnya pada tahun 2020 lalu insiden robohnya Jembatan tercatat sudah beberapa kali terjadi di Bartim yang sebelumnya disebabkan oleh Truk angkutan bermuatan material proyek yang dikerjakan PT. Pilar Jaya Kontruksi Pusat Tanjung. Namun kali ini mengawali tahun 2021 kembali lagi terjadi sehingga warga setempat meminta CV.Tamiang Mandiri selaku pemilik material untuk proyek yang dikerjakannya agar bertanggungjawab dan segera memperbaiki Jembatan tersebut.


Ambruknya Jembatan Muru Duyung diduga kuat faktor kecerobohan dari driver angkutan yang lalai tanpa memperkirakan kondisi jembatan dan armadanya sehingga jembatan Muru Duyung menjadi rusak saat mengangkut material untuk pengerjaann proyek didesa setempat. 



Sebagaimana diketahui CV. Tamiang Mandiri saat itu sedang melakukan pekerjaan peningkatan jalan cor beton di Desa Muru Duyung pada proyek pekerjaan tahun anggaran 2020 yang berada disekitar jembatan itu tersebut. 

Saat awak media meminta keterangan terkait insiden tersebut mengkonfirmasi Kepala Desa Muru Duyung Bayanto.J.Salau,A.Md, dirinya membenarkan atas kejadian tersebut dan sangat menyayangkan atas kelalaian supir truk yang tak memprediksi situasi untuk melintas jembatan Desa dan memaksakan lewat untuk memasukan material besi.


"Sudah diketahui ukuran lantai tidak sesuai dan kondisi Jembatan yang hanya bisa memikul beban tonase terbatas yang hanya bisa dilalui mobil kecil, namun tetap dipaksakan lewat hingga berakibat jembatan ambruk," tutur Bayanto kepada awak media via handphone Selasa kemarin (12/01/2021)

Bayanto juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut sebuah kecerobohan, karena menurutnya ukuran superband yang pada Jembatan tersebut berukuran untuk kendaraan kecil dan tidak diharuskan kendaraan besar.

"Kendaraan truk jenis Fuso yang ambruk itu mempunyai jarak roda lebar sudah barang tentu akan lepas (keluar jalur) dari ukuran superband yang tersedia, sehingga mengakibatkan lantai jembatan patah dan kontruksi tiang penyangga dan leger ikut terkena imbas akibat terperosoknya Truk  tersebut," ungkapnya.

Selaku pimpinan pemerintah Desa, Bayanto yang meminta agar perusahaan yang menyebabkan jembatan tersebut menjadi rusak, bisa bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan, kerena  penghubung jalan tersebut adalah akses utama untuk kebutuhan orang banyak yang menjadi sarana transportasi angkutan dan sumber perekonomian masyarakat, ucap Bayanto seraya mengakhiri wawancara.


Disisi lain, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Bartim, melalui Kabid Bina Marga, Dodianto mengatakan insiden tersebut harus di tindak lanjut oleh pihak terkait.

"Perusahaan yang menyebabkan keruskan jembatan Muru Duyung harus bertanggungjawab untuk memperbaikinya," jelas Dodianto.

Menyikapi beberapa kejadian yang sama terkait ambruknya Jembatan di beberapa wilayah kabupaten Barito Timur, dengan adanya keluhan masyarakat dan hal-hal lainnya yang tercatat awak media Baritorayapost.com sejauh ini, perlu adanya tindakan Pemerintah daerah untuk melakukan peremajaan atau perehapan pada Jembatan yang sudah cukup tua dan tak layak yang rentan ambruk sehingga berdampak kepada masyarakat. Selain itu diharapkan instansi terkait dapat meninjau atau melakukan pengawasan terhadap perusahaan angkutan yang dengan bebas beraktifitas tanpa memperkirakan situasi dan kondisi agar kejadian ambruknya Jembatan dan lainnya tidak terulang kembali. (YCP/Red/BRP).

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top