-->
SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA KEPALA DINAS PUPR BARTIM | YUMAIL J PALADUK, ST.,MAP | OLEH BUPATI BARITO TIMUR AMPERA AY MEBAS, SE.,MM

Tuesday, 12 January 2021

Pekerjaan DAK Fisik Bidang Pendidikan SDN 2 Jajangkit Diduga Langgar Permendikbud RI No 1 Tahun 2019

Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN 2 Jajangkit, Desa Jajangkit, Kecamatan Bataguh. (Foto: Rah BRP).


BARITORAYAPOST.COM (Kapuas) - Pekerjaan pembangunan ruang kelas baru (RKB) Sekolah SDN 2 Jajangkit, Handel Taram Desa Jajangkit, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang Pendidikan Tahun 2020 diduga melanggar Permendikbud RI No 1 Tahun 2019 tentang petunjuk operasional DAK fisik bidang pendidikan dan Perpres no 141 tahun 2018 tentang petunjuk teknis. 

Berdasarkan pantauan media dilapangan, tidak ditemukan plang papan informasi pekerjaan. Ketika di konfirmasi, fasilitator pekerjaan menyebutkan jika plang pekerjaan tidak dipasang karena ditakutkan rusak di terpa angin. Kemudian, melalui pesan selulernya mengirimkan foto papan informasi pekerjaan tersebut. 

Berdasarkan kan foto tersebut, pihak media mendapatkan informasi, pekerjaan tersebut menelan biaya sebesar Rp 501.389.100,-(Lima ratus satu juta tiga ratus delapan puluh sembilan ribu seratus rupiah). 


Kemudian pekerjaan tersebut seharusnya dikerjakan swakelola oleh panitia pembangunan sekolah (P2S) yang dibentuk oleh pihak sekolah, namun diduga pekerjaan dominan dikerjakan oleh fasilitator yang mempunyai kewajiban mengawasi pekerjaan. 

Hal itu terungkap saat Kepala Sekolah SDN 2 Jajangkit, Handel Taram Desa Jajangkit, Kecamatan Bataguh berinisial M dikonfirmasi awak media. Ia mengungkapkan jika pihaknya kesulitan dalam memahami RAB yang dibuat oleh Fasilitator. Dijelaskannya, Kondisi tenaga pengajar di Sekolahnya dan juga Ketua P2S adalah semua perempuan, sehingga terkait hal teknis mengenai bangunan, pihaknya tidak memahami. 

Selain itu, ia juga mengungkapkan jika fasilitator menawarkan dan membawa kepadanya beberapa pekerja atau tukang yang berada di Kota Kuala Kapuas yang notabene adalah kenalan dari Fasilitator, bukan dari pihak Sekolah setempat atau P2S. 

"Kami kesulitan memahami RAB yang dibuat Fasilitator. Dan ada juga beberapa orang tukang yang ditawarkan Fasilitator, lalu ikut mengerjakannya," ujar M saat ditemui di kediamannya belum lama ini. 

Ketika dikonfirmasi, Fasilitator berinisial P di kediamannya mengatakan pihaknya membantu semua pelaksanaan pekerjaan dilapangan, dengan alasan pihak sekolah tidak memahami pekerjaan. "Pihak Sekolah tidak mengerti segala bentuk pekerjaan,  maka dari itu saya bantu," ujarnya. 


Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (SD), Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Frans Julian, SE, saat ditemui diruang kerja nya menjelaskan, bahwa pihaknya sudah berulang kali mengingatkan kepada pihak Sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah, P2S, serta Fasilitator, untuk bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing pada program kegiatan Pembangunan atau Rehabilitasi dan peningkatan mutu Sekolah yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan 2020 tersebut. 

"Saya sudah ingatkan Kepala Sekolah dan Fasilitator untuk bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing," Ujar Fans Julian kepada awak media, beberapa waktu lalu. (Rah)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top