-->
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE | BARITORAYAPOST.COM | PENERBIT PT BORNEO ALAM KITA | MENGUCAPKAN "SELAMAT HARI NATAL 25 DESEMBER 2020 & TAHUN BARU 01 JANUARI 2021" |

Monday, 11 January 2021

Polres Murung Raya Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Korupsi

BARITORAYAPOST.COM (Polres Murung Raya) - Mantan Kasubag Keuangan dan Akuntansi pada Bendahara dilingkup Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Murung Raya (Mura), Prov. Kalimantan Tengah berisial M yang telah ditangkap oleh Satreskrim Polres Murung Raya unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kota Palangka Raya, karena sebelumnya tersangka beberapa kali dipanggil, namun tidak menenuhi panggilan guna pemeriksaan atas kasus yang tengah membelitnya.


Kapolres Murung Raya AKBP I Gede Putu W., S.H., S.I.K., M.H ketika melaksanakan Konferensi Pers mengungkapkan, sesuai dengan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia Cabang Kalimanyan Tengah (BPKP-RI- Cab-Kalteng) untuk kerugian negara atas timbulnya kasus tersebut dengan nominal Rp. 209 juta lebih.

“Tersangka M diyakini telah merugikan Negara sebesar Rp.159.019.121 dan tersangka mengaku bahwa sejumlah uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan hidup,” tegas AKBP I Gede Putu yang didampingi Kasat Reskrim Polres Murung Raya, AKP Ronny M Nababan, S.I.K, Senin (11/1/2021) siang di halaman Mapolres.

Kapolres juga menyebut, bahwa kerugian negara oleh tersangka M terdiri dari beberapa pos anggaran yang tersimpan pada kas PDAM tahun anggaran 2017 lalu, yaitu terkait pembayaran bahan kimia untuk PT. Muri serta kost untuk audit keuangan tahun buku 2016 lalu oleh kantor akuntan publik yang berposi di Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Kapolres Murung Raya menjelaskan, M juga menyalahgunakan honor badan pengawas PDAM dan juga melakukan penarikan kas/dana pada saat merangkap menjadi bendahara PDAM.

“Selain itu, kami sampaikan juga, bahwa dana sebesar Rp.50 juta yang digunakan oleh mantan Direktur PDAM yang juga menjabat pada saat itu dengan dalih anggaran tersebut untuk dana refresentatif, namun penggunaan dana tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh oknum Direktur, terkait dengan kasus tersangka M pada saat ini masih pengembangan penyidikan atas keterlibatan tersangka lainnya, serta dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara penetapan para tersangka,” tukas Kapolres.

Menurut Kapolres, tersangka M bakal dibidik dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3 junto pasal 18 Undang-undang RI nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan undang-undang RI nomor 20/2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP. (van)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top