-->
SELAMAT & SUKSES ATAS DILANTIKNYA KEPALA DINAS PUPR BARTIM | YUMAIL J PALADUK, ST.,MAP | OLEH BUPATI BARITO TIMUR AMPERA AY MEBAS, SE.,MM

Thursday, 14 January 2021

Soal Blacklist Kontraktor Tak Rampungkan Proyek, Kadis PUPR Bartim Jangan 'Lempar Batu Sembunyi Tangan'

Wartawan baritorayapost. Com Mardianto Kadun berfoto bersama dengan Kadis PUPR Bartim, Yaumil,  Senin (4/1/2021) di kantor Dinas PUPR Bartim.

BARITORAYAPOST. COM (Tamiang Layang) -
Baritorayapost.com merupakan salah satu media online yang kredibel,  telah lulus verifikasi dan terdaftar di Dewan Pers.

Sebagaimana diberitakan di media ini Senin (4/1/2021),  CV Rifki Putra tak sanggup menyelesaikan proyek pembangunan jalan ruas Dayu - Muara Plantau tahun anggaran 2020. Proyek itu menurut pernyataan Kadis PUPR Bartim dan Bina Marga,  hanya rampung 82 persen. 

Kepala Dinas PUPR Barito Timur, Yumail, Senin (4/1/2021) di kantornya kepada tiga orang wartawan yaitu Mardianto Kadun (media Online baritorayapost. com), DW dari SKU BKN dan Hn dari SKU Gerhana memaparkan hal itu. 

Waktu itu Kadis PUPR jelas sekali mengatakan bahwa pengerjaan jalan ruas Dayu - M. Plantau putus kontrak. Karena kontraktor hanya mampu mengerjakan 82 persen, dan perusahaan akan kena blacklist (catatan hitam) selama satu tahun.

"Benar CV. Rifky Putra tidak selesai dan akhirnya putus kontrak. Sesuai Peraturan Pengadaan barang dan Jasa, Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 dan Peraturan Menteri PUPR nomor 14 tahun 2020. Sementara jaminan  pelaksanaan dicairkan ke Kas Daerah dan untuk penyedia barang dan jasa diajukan Blacklist (Catatan Hitam) sesuai ketentuan Peraturan Lembaga LKPP nomor 17 tahun 2018," jelas Yumail kala itu (baritorayapost. com, 4/1/2021).


Masih waktu itu, menurut Yumail supaya lebih jelas, ia mempersilahkan wartawan datangi PPK, PPTK atau tenaga tekhnis yang membidangi di Bina Marga.

Berkisar dua hari sebelum Reshuffle 'Kabinet  Ampera' di lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Timur dua wartawan lain berinisial DW dan HN mendatangi pihak Bina Marga dan dapat bertemu dengan orang tekhnis.  Dan dari hasil wawancara yang direkam didapat keterangan,  bahwa CV. Rifki Putra lah selaku kontraktor pelaksana.

Berbekal isi rekaman dari sdri DW,  Wartawan Media ini (Mardianto / Kadun). Namun sejak tgl 4 setelah konfirmasi dengan Yumail sampai berita ditayang wartawan Mardianto  Kadun sudah berusaha dengan susah payah mencari alamat CV. Rifki Putra atau pun penanggung jawab lapangan perusahaan itu,  namun tidak dapat ketemu.

Setelah media online baritorayapost.com menayangkan berita tersebut, baru muncul seseorang mengaku selaku penanggungjawab lapangan CV Rifki Putra berinisial  EN.

Sepertinya sdr EN protes ke Kadis PUPR atas pemberitaan yang ditayang tiga media tersebut. Kepada wartawan EN menunjukkan screenshot komunikasi dengan Kadis PUPR.  Dalam screenshot itu Kadis PUPR menyangkal ketemu wartawan. 


"Itu urusan intern antara Sdr EN dari CV Rifki Putra dengan Kadis PUPR Bartim. Silahkan Kadis PUPR 'lempar batu sembunyi tangan'. Soal itu tidak ada hubungannya dengan wartawan dan media. Yang pasti,  statement Kadis PUPR Bartim Yaumil kala itu kepada tiga wartawan adalah akurat. Dan fakta di lapangan bahwa proyek jalan tidak selesai, juga akurat.  Dan kami sudah verifikasi ke Bina Marga. Hasilnya,  memang benar proyek  hanya rampung 82 persen," kata wartawan Mardianto Kadun. 

Soal sanksi blacklist?  "Sudah pasti kontraktor yang tidak mengerjakan proyek sesuai spek,  harus mendapat sanksi. Dan kontraktor yang hanya mampu menyelesaikan proyek 82 persen, harus dikasih sanksi berat. Kita setuju dengan Kadis PUPR,  perusahaan semacam ini dikasih sanksi blacklist. Tapi sekali lagi,  soal sanksi blacklist itu adalah otoritas pemerintah. Tidak ada hubungannya dengan media atau wartawan," tegas Mardianto Kadun. (yes/red/BRP)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top