-->

Sunday, 21 February 2021

Diresmikan, Padat Karya di Bandara Tunggul Wulung Cilacap


BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) -
Anggota Komisi V DPR RI, Hj Novita Wijayanti,SE.,MM membuka secara resmi pelaksanaan program Padat Karya Kementerian Perhubungan RI, dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara bersama Komisi V DPR RI, di Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (20/2/2021). 

Menurut Kepala Otoritas Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Dr Ir Fadriansyah Anwar MBA mewakili Dirjen Perhubungan Udara Novi Rianto, program Padat Karya ini merupakan program Dirjen Perhubungan Udara bersama Komisi V DPR RI. 

Ia menjelaskan, program ini dilatarbelakangi adanya 27,5 persen bayi di Indonesia mengalami stunting karena kekurangan gizi. 

Pihak perhubungan udara mengeluarkan dana untuk pengentasan kemiskinan menyusul adanya stunting tersebut. 

Namun sejak Covid-19, daya beli masyarakat menurun, dan Padat Karya melaksanakan instruksi presiden (Inpres) meningkatkan lapangan kerja di desa dan program padat karya di bandara.

"Padat Karya yang digelar di Bandara Tunggul Wulung ini ada di 143 desa dengan anggaran Rp 22,5 miliar untuk 6.000 tenaga kerja di seluruh bandara yang ada di Indonesia," ungkapnya. 

Tujuan kegiatan ini untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat. 


Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo menjelaskan kegiatan padat karya ini dilaksanakan oleh Dirjen Perhubungan Udara dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat karena selain dapat meningkatkan silaturahmi, padat karya diharapkan dapat menjadi pemicu untuk memupuk, menumbuhkan, melestarikan, dan mengembangkan rasa kebersamaan dan kegotongroyongan antara masyarakat," kata Tatto. 

Dengan semakin derasnya arus globalisasi, mau tidak mau semangat kegotongroyongan sebagai salah satu ciri khas bangsa Indonesia, dikhawatirkan akan pudar. 

Karena itu perlu ada usaha-usaha untuk melestarikan budaya gotong-royong, yaitu dengan padat karya. 

"Alokasi anggaran pemerintah yang dilaksanakan untuk padat karya diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat dari alokasi anggaran tersebut," terangnya. 

Sementara, Hj Novita Wijayanti selaku Anggota Komisi V DPR RI mengungkapkan, musim pandemi Covid-19 sudah berjalan hampir satu tahun saat ini dan membuat masyarakat kesusahan, sehingga kegiatan-kegiatan agak terhambat. 

"Kita berpikir uang rakyat di APBN diperbanyak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di lapisan bawah," katanya. 


Solusi yang bisa dilakukan saat ini, imbuh Novita, antara lain padat karya karena dapat menunjang perekonomian masyarakat. Minimal masyarakat yang mengikuti padat karya bisa ter-support. 

Usai pembukaan secara resmi program padat karya, Novita menyerahkan secara simbolis alat untuk bekerja, seperti arit dan pakaian kerja. Kemudian meninjau lokasi padat karya di bagian belakang bandara. 

Kepada awak media, ia mengatakan bahwa dirinya ke Bandara Tunggul Wulung Cilacap bersama Dirjen Perhubungan Udara untuk mendukung dan mendorong program padat karya.

Saat ini di Indonesia dan seluruh dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, maka padat karya merupakan salah satu yang kita support. Tujuannya untuk mendukung perekonomian di lapisan bawah. Sehingga masyarakat mempunyai kemampuan daya beli yang tinggi. 


Fadriansyah menambahkan, dengan padat karya ini pemerintah ikut membantu masyarakat, peduli dengan masyarakat yang ekonominya terpuruk karena pandemi Covid-19. 

"Ini tak hanya dilakukan tahun ini karena tahun lalu sudah dimulai. Kita berharap pandemi berakhir, namun selama pandemi masih ada, ini yang bisa dilakukan pemerintah dengan melibatkan masyarakat sekitar bandara," ucapnya. (est)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact form

Name

Email *

Message *

Back to Top